WAHH MAYAT INI SENGAJA DIBERI MAKAN BURUNG BANGKAI





Selama ribuan tahun, sekelompok masyarakat terisolasi di lereng gunung-gunung es. Komplek pegunungan Himalaya yang terkenal ganas justru dijadikannya tempat bernaung. Adalah Tibet, nama etnis yang sekaligus mewakili nama daerah tempat tinggal mereka.


Sebagai kelompok yang terbiasa hidup di ketinggian, etnis Tibet memiliki tradisi dan budaya yang tak lekang oleh masa. Mereka hidup di ketinggian 2.000 – 4.400 mdpl, berlindung di bawah rumah-rumah kayu dan bersahabat dengan udara menusuk kulit.
Karena mereka terisolasi berabad lamanya, masyarakat Tibet masih hidup dengan cara yang sederhana hingga sekarang. Di bagian selatan, bertanam gandum adalah mata pencaharian mayoritas warga. Gandum juga merupakan sumber karbohidrat utama mereka. Sedangkan di bagian utara, mereka hidup di tenda-tenda berwarna hitam, dengan aktivitas menggembala yak (lembu hutan) yang dilakukan setiap harinya.
Bagi masyarakat tibet yang beragama buddha, tanah tempat tinggal mereka terletak di atas gunung di mana tidak ada tanah lembut. Hampir semuanya diliputi batu atau salji/air batu.Oleh kerana tidak ada tanah perkuburan disebabkan keadaan geografi , mereka memberi mayat untuk dimakan oleh burung. Ritual pemakaman sky burial  yang walau tidak banyak tetapi masih tetap ada sampai sekarang. Adalah sebuah sekte dari agama di Tibet  terutama yang  masih percaya akan reinkarnasi, masih melakukan ritual pemakaman sky burial.  Metode penguburan mayat ini tidak berlaku untuk sembarang mayat. Ritual ini tidak untuk orang yang pada waktu menjadi almarhum/mah belum berusia 18 tahun, atau bagi wanita hamil yang meninggal atau orang-orang yang meninggal karena penyakit menular dan berbahaya.
Pada dasarnya, selain dikubur  layaknya di belahan bumi manapun, di Tibet khususnya, masih ada tiga jenis pemakaman, yaitu : dipersembahkan kepada laut (water burial,  yaitu metode penguburan dimana mayat di berikan kepada ikan-ikan untuk jadi santapan sang ikan di laut), yang kedua adalah : dikremasi dan  yang terakhir adalah sky burial ini, yaitu metode penguburan mayat dimana tubuh mayat dipersembahkan kepada vultures atau burung bangkai.
Pemakaman ini berpangkal pada logika karena adanya kesulitan untuk menggali kubur dan mencari kayu untuk mengkremasi mayat, hal ini seperti kita ketahui bahwa kondisi geografis  Tibet yang bergunung-gunung yang seringkali sangat terjal sangat menyulitkan pemakaman ‘normal’  dan karena alasan inilah, dari sekian aliran agama di Tibet, ada sebuah kelompok aliran tertentu di Tibet yang lebih senang mengubur mayat dengan metode sky burial.  yang intinya adalah memberikan jasad almarhum kepada burung pemakan bangkai. Dipercaya bahwa sky burial akan lebih mempercepat roh si mati untuk naik ke nirvana .  Perjalanan akan jauh lebih cepat dengan bantuan burung vultures. Yang dalam bahasa Tibet disebut Dakinis  atau terjemahannya adalah “sky dancer’ yang berarti  “angel”.
Ritual penguburan ini, dinilai  sangat barbar dan keji, dan juga dianggap tidak menghormati mayat yang bersangkutan dan oleh karenanya, upacara sky burial ini pernah dilarang oleh pemerintah China  ketika China  komunis masih berkuasa di Tibet pada tahun 1960-1970, namun pada tahun 1980 an pemerintah Tibet mengijinkan kembali acara ini untuk tetap berlangsung, karena bagaimanpun juga model ritual ini selain masih dilakukan oleh sebagian masyarakat,  walau sudah dilarang,.
Sky burial juga merupakan ritual agama yang mempunyai arti sangat penting bagi kelompok yang menyakininya dan merupakan warisan budaya Tibet juga . Bahkan di tahun-tahun belakangan juga menarik para jurnalis dunia untuk menggali berbagai informasi tentang Sky burial dan juga tentu menarik para turis, walau upacara sky burial ini lebih sering dilakukan sangat tertutup dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menyaksikan jalannya upacara yang mendirikan bulu roma ini.
Pertama-tama jika ada anggota keluarga yang meninggal, maka mayat si orang tersebut akan didiamkan selama 3 hari sampai 7 hari tanpa disentuh. Kemudian setelah anggota keluarga setuju mengenai jenis pemakaman apa yang hendak dilakukan, barulah mereka menyiapkan ubo rampenya. Pada umumnya mereka memilih metode sky burial. Ya, karena dengan kepercayaan kuat bahwa burung vulture akan mempercepat proses si arwah untuk naik ke sorga.  Dengan kata lain : thanks to the vultures. Sky burial faktanya memerlukan dana cukup besar,  walau masih dibilang jauh lebih murah jika dibanding dengan upacara kremasi.
Ritual upacara ini sangat tertutup bagi masyarakat umum dan biasanya juga tidak banyak yang menyaksikan. Walau disarankan anggota keluarga turut menyaksikan sky burial untuk menyaksikan “kenaikan” arwah orang tercinta dalam memulai perjalanannya menuju ke nirvana. Kelompok  penganut agama ini percaya bahwa tubuh manusia yang sudah meninggal adalah hanya sebagai ” vessel atau wadag” saja, artinya sudah tidak ada maknanya, dan sesuai dengan ajaran agama mereka yang berdasar “memberi” maka dengan dipersempahkan wadag ini kepada burung, akan membantu makhluk lemah yang perlu survive untuk hidup,  dalam hal ini  memberi makan vultures dengan potongan daging berasal dari jazad yang meninggal juga merupakan simbol suci agama tersebut. (dakinis)
Setelah iring-iringan pengangkut mayat tiba di tempat upacara, mayat dibaringkan dalam posisi fetal (seperti ketika bayi dilahirkan) di atas sebuah altar yang berbetuk batu besar dengan permuakaan datar yang berada di tengah-tengajh lokasi. Setelah itu,  dibuka kain pembungkusnya dan mayat dalam keadaan telanjang, yang tak jarang juga sudah berbau busuk dan bengkak-bengkak kemudian sang pendenta melakukan doa-doa dan tugas si flesh breaker ini dimulai. Dia akan segera memotong-motong tubuh si mayat dan memisahkan antara daging dan tulang, dan hanya meninggalkan kepala dan rambut. Biasanya mereka menyimpan rambut untuk dibawa pulang atau ada yang disimpan di  kuil-kuil, walau tak jarang mereka juga memecah kepala mayat dan mengambil tengkoraknya dan dibawa pulang untuk dijadikan sebuah cangkir untuk minum teh talking about a cup of butter tea.
Memang nampaknya metode penguburan sky burial ini sangat kejam dan brutal sekali, tetapi itulah kenyataan yang ada di dunia ini, aneh tetapi nyata.

 

TRADISI MENJADIKAN DIRI SENDIRI MUMMY



Sokushinbutsu adalah rahib Buddha atau imam yang didakwa menyebabkan kematian dengan cara menjadikan mereka jadi mumi. Praktek ini dilaporkan terjadi hampir secara eksklusif di utara Jepang sekitar Prefektur Yamagata. Terdapat Antara 16 sampai 24 mummi yang telah ditemukan.



Tiga tahun para imam hanya makan diet khusus yang terdiri dari kacang-kacangan dan biji-bijian, Mereka kemudian hanya makan kulit dan akar dalam waktu tiga tahun dan mulai minum teh racun yang dibuat dari getah pohon yang Urushi,yang biasanya digunakan untuk laka mangkuk.



Ini menyebabkan muntah dan cepat hilangnya cairan tubuh, dan yang terpenting, mematikan anggota tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang bisa menimbulkan kematian.

Akhirnya,pada mummifying biarawan akan mengunci dirinya dalam kubur batu yang ukurannya hampir tidak lebih besar dari tubuhnya, di mana dia tidak akan bergerak dari posisinya. Penghubung ke dunia luar adalah tabung udara. Setiap hari ia mengingatkan pada agar orang-orang di luar bahwa ia masih hidup.

TRADISI POTONG JARI PAPUA

 
 
Apakah ungkapan kesedihan yang dipertunjukkan oleh seseorang yang kehilangan anggota keluarganya. Menangis, barang kali itu yang paling sering kita jumpai. Bagi umumnya masyarakat pengunungan tengah dan khususnya masyarakat Wamena ungkapan kesedihan akibat kehilangan salah satu anggota keluarga tidak hanya dengan menangis saja.
Biasanya mereka akan melumuri dirinya dengan lumpur untuk jangka waktu tertentu. Namun yang membuat budaya mereka berbeda dengan budaya kebanyakan suku di daerah lain adalah memotong jari mereka.
Hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh para Yakuza (kelompok orangasasi garis keras terkenal di Jepang) jika mereka telah melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau gagal dalam menjalankan misi mereka. Sebagai ungkapan penyesalannya, mereka wajib memotong salah satu jari mereka. Bagi masyarakat pengunungan tengah, pemotongan jari dilakukan apabila anggota keluarga terdekat seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, kakak, atau adik meninggal dunia.
Pemotongan jari ini melambangkan kepedihan dan sakitnya bila kehilangan anggota keluarga yang dicintai. Ungkapan yang begitu mendalam, bahkan harus kehilangan anggota tubuh. Bagi masyarakat pegunungan tengah, keluarga memiliki peranan yang sangat penting. Bagi masyarakat Balim Jayawijaya kebersamaan dalam sebuah keluarga memiliki nilai-nilai tersendiri.
pemotongan jari itu umumnya dilakukan oleh kaum ibu. Namun tidak menutup kemungkinan pemotongan jari dilakukan oleh anggota keluarga dari pihak orang tua laki-laki atau pun perempuan. Pemotongan jari tersebut dapat pula diartikan sebagai upaya untuk mencegah ‘terulang kembali’ malapetaka yang telah merenggut nyawa seseorang di dalam keluarga yang berduka.
Seperti kisah seorang ibu asal Moni (sebuah suku di daerah Paniai), dia bercerita bahwa jari kelingkingnya digigit oleh ibunya ketika ia baru dilahirkan. Hal itu terpaksa dilakukan oleh sang ibu karena beberapa orang anak yang dilahirkan sebelumnya selalu meninggal dunia. Dengan memutuskan jari kelingking kanan anak baru saja ia lahirkan, sang ibu berharap agar kejadian yang menimpa anak-anak sebelumnya tidak terjadi pada sang bayi. Hal ini terdengar sangat eksrim, namun kenyataannya memang demikian, wanita asal Moni ini telah memberikan banyak cucu dan cicit kepada sang ibu.
Pemotongan jari dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memotong jari dengan menggunakan alat tajam seperti pisau, parang, atau kapak. Cara lainnya adalah dengan mengikat jari dengan seutas tali beberapa waktu lamanya sehingga jaringan yang terikat menjadi mati kemudian dipotong.
Namun kini budaya ‘potong jari’ sudah ditinggalkan. sekarang jarang ditemui orang yang melakukannya beberapa dekade belakangan ini. Yang masih dapat kita jumpai saat ini adalah mereka yang pernah melakukannya tempo dulu. Hal ini disebabkan oleh karena pengaruh agama yang telah masuk hingga ke pelosok daerah di Papua.

 

TRADISI ADU ANJING DAN BABI

 
Tradisi adung bagong atau duel antara babi hutan dan anjing yang banyak diselenggarakan di Jawa Barat disebut aktivis menunjukkan “generasi muda yang semakin tak peka terhadap kekejaman atas binatang.”
Duel antara babi hutan sampai salah satu di antaranya mati ini banyak dipertontonkan di berbagai kabupaten Jawa Barat termasuk Bandung, Majalengka, Garut dan Kuningan dan disebut aktivis pelindung satwa, Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Marison Guciano sebagai “mengerikan.”
Berita adu bagong juga diangkat sejumlah media Inggris dengan mengutip pegiat pelindung binatang yang menyebut pertunjukkan semacam ini harus “dikecam.”
Menanggapi berita ini, Pemerintah Jawa Barat, menyatakan akan mengirimkan larangan ke semua kepada daerah untuk “melarang” kegiatan ini.
“Pemprov paham Adu Bagong merupakan tradisi masyarakat Jawa Barat yang telah berlangsung lama. Namun apabila sebuah tradisi memberikan pengaruh buruk dan berdampak negatif bagi kehidupan sosial bermasyarakat, sudah sepatutnya tradisi tersebut dihilangkan bahkan dilupakan,” kata Ade Sukalsah, kepala bagian publikasi Pemda Jabar.
“Pemprov Jabar meminta kepada Bupati/Walikota untuk menerbitkan sebuah peraturan yang melarang pertunjukan Adu Bagong di wilayahnya, kata Ade.
Adu bagong ini biasanya diselenggarakan di arena seluas 15 sampai 30 meter dengan pagar bambu untuk melindungi penonton dan berakhir setelah salah satu binatang terluka.
Para peserta mengatakan kepada kantor berita Reuters, duel binatang ini dilakukan untuk menjaga tradisi berburu yang dimulai pada tahun 1960-an saat babi hutan meningkat pesat dan diburu untuk melindungi hasil panen.
Salah seorang peserta Nur Hadi -Ketua Hiparu, sebuah kelompok anjing pemburu- yang mengikutkan anjingnya ikut berduel mengatakan tradisi ini telah turun menurun.
“Dulu (duel) ini sangat sederhana dan tidak seperti sekarang karena anjing harus dilatih… dan dari situ diturunkan dan telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya,” kata Nur Hadi kepada Reuters.
Namun Marison Guciano mengatakan duel ini harus dihentikan karena merupakan kekejaman terhadap binatang.
“Saat bertarung (terlihat) bagaimana penduduk bersorak sorak melihat kejadian yang menurut saya mengerikan, termasuk anak-anak dan ini mengajarkan generasi muda kita semakin tak peka terhadap kekejaman dan kekerasan terhadap hewan,” kata Marison.
“Dan ini membuat masyarakat tidak peka terhadap kekejaman atau kekerasan atas binatang di sekitarnya. Dan ini mengkhawatirkan.”
“Dan saya berkesimpulan atas nama tradisi ini tak bisa dibenarkan dan harus dikoreksi dan ini jelas jelas kriminal,” tambahnya.
Marison menunjuk pada pasal 302 dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang “menyebutkan penyiksaan terhadap binatang adalah pidana tapi cuma hukumannya dan penegakan hukum pasal ini sangat lemah.”
Ade Sukalsah, kepala bagian publikasi Pemda Jabar, juga merujuk pada pasal 302 dan menyatakan “Selanjutnya, untuk penegakan hukum terkait dengan Adu Bagong, Pemprov meminta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk bekerjasama dengan Kepolisian setempat dengan melibatkan masyarakat sebagai pengawas lingkungan tidak resmi.”
Media Inggris, The Independent, mengutip Wendy Higgins, juru bicara Humane Society International yang mengatakan, “Duel brutal dan eksploitatif antara anjing dan babi hutan di Indonesia merupakan tontonan yang mengganggu dan harus dikecam.”

Ditaruh di kotak kecil dan dipukul

Walupun diprotes oleh para pecinta binatang, tontonan adu banteng ini masih banyak di Jawa Barat, tulis Daily Mail.
Babi hutan yang selamat dari duel kembali diadu setelah luka-luka binatang ini sembuh sedangkan bila mati maka dagingnya dijual.
Pemilik anjing Agus Badud, seperti dikutip Reuters, mengatakan tradisi ini merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.
Pemilik anjing membayar sekitar Rp200.000 sampai Rp2 juta untuk ikut serta, tergantung dari besarnya anjing.
“Saya ikut serta untuk meningkatkan harga jual anjing saya dan tak ada gunanya anjing-anjing ini bila saya tak ikutkan dalam kontes seperti ini,” kata Agus.
Para aktivis pelindung binatang termasuk Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group telah mengajukan protes kepada Pemerintah Daerah Jawa Barat agar menghentikan praktek adu banteng ini.
Marison Guciano mengatakan dari sisi penangkapan babi liar di hutan saja sudah menyalahi aturan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Bayangkan saja, babi hutan di simpan di boks kecil berhari-hari sebelum pertarungan… tak bisa membalikkan badan…dan itu jelas bentuk kekejaman terhadap hewan. Walaupun babi hutan yang dianggap hama oleh penduduk tak pantas diperlakukan seperti itu, dan keluarnya itu juga (dari boks)… ada yang dipukul pakai kayu,” kata Marison.
“Mengambil babi hutan dari alam liar jelas melanggar aturan karena Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatur pengambilan satwa liar dari alam liar itu harus ada izin dan surat angkut. Ini saja sudah melanggar aturan.,” tambahnya.
Dari lebih 250 komentar dari Facebook BBC Indonesia sampai berita ini diturunkan, sebagian besar mengecam “tradisi adu bagong” ini dan menuntut pemerintah untuk menghentikan.

 

BAHAN UNTUK MEMBUAT TINTA



Bahan Baku:

  • Asam Gallarum (Acid Gallie)
  • Phenoll liquid (Phenol cair)
  • Aquades (aqua, air)
  • Asam Sulfat (Acid Tarnic)
  • Sulfat Ferrosus


Peralatan:

  • Gelas ukur (maatglas), ukuran 100cc, 250cc, dan 500cc
  • Timbangan dengan beban maksimal 1.000gr
  • Panci/baskom untuk mencampur
  • Saringan yang terbuat dari kain halus
  • Jeriken atau botol plastik untuk menyimpan air/aquades
  • Stoples/keler untuk menyimpan bahan-bahan yang berbentuk kristal
  • Sendok besar
  • Gayung /ciduk 
  • Botol ukuran sedang .


Resep atau formula:

  1. Asam Gallarum (Acid Gallie) : 4gr
  2. Phenoll liquid (Phenol cair) : 15cc
  3. Aquades (aqua, air) : 1.000cc 
  4. Asam Sulfat (Acid Tarnic) : 4cc
  5. Tals Ink Black : 8gr
  6. Asam Tarnic : 10gr
  7. Sulfat Ferrosus : 15gr


Tahapan Pembuatan:

  1. Siapkanlah bahan-bahan ini: Asam Tarnic sebanyak 10gr, Asam Gallarum (Acid Gallie) sebanyak 4gr dan Aquades (aqua, air)sebanyak 500cc.
  2. Masukkanlah ketiga bahan-bahan di atas ke dalam baskom/panci kemudian diaduk selama 15 menit, setelah proses pengadukan selesai pindahkanlah campuran tadi ke dalam botol dan tutuplah rapat-rapat.
  3. Siapkanlah bahan-bahan ini: Aquades (aqua, air) sebanyak 500cc dan Sulfat Ferrosus sebanyak 15gr. letakkanlah kedua bahan di atas ke dalam panci yang bersih lalu lakukanlah pengadukan selama 15 menit agar ketiga bahan tersebut tercampur dengan rata, setelah selesai pindahkan campuran yang ada di dalam panci ke dalam botol lalu ditutup dengan rapat.
  4. Ambillah kedua botol yang berisi campuran, pindahkan isinya ke dalam panci/baskom lalu diaduk selama 15 menit.
  5. Setelah pencampuran di atas selesai maka tahapan selanjutnya adalah menyiapkan bahan-bahan sebagai [elengkap dari produksi tinta hitam, yaitu: Asam Sulfat (Acid Tarnic) sebanyak 4cc, Tals Ink Black sebanyak 8gr, Phenoll liquid (Phenol cair) sebanyak 30cc. Masukkanlah ketiga bahan-bahan di atas ke dalam panci/baskom yang berisi campuran, kemudian lakukanpah pengadukan selama 15 menit agar seluruh bahan tercampur dengan rata.
  6. Proses diatas adalah proses akhir dari tahapan pembuatan tinta, hanya saja tinta tersebut masih kotor sehingga perlu disaring, cara menyaringnya adalah: Siapkanlah sebuah ember bersih, kemudian taruh di atasnya kain yang rapat anyamannya dan bersih, tuangkan cairan tinta yang ada di dalam baskom ke dalam panci dengan melewati saringan terlebih dahulu.
  7. Setelah cairan tinta disaring masukkanlah cairan tinta tersebut ke dalam botol kemasan ukuran 100 atau 200cc, kemudian berilah tutup yang rapat.

 

KATA KATA MOTIVASI

1. Buat Hidupmu Menjadi yang Terbaik

Aku memilih untuk membuat sisa hidupku menjadi yang terbaik dalam hidupku.Louise Hay
Ada kalanya kamu merasa hidup ini tak berpihak padamu. Alih alih menyesal, ada baiknya kamu memandang hidup dari sudut pandang yang berbeda.
Lakukanlah hal hal yang bisa membuat hidupmu lebih baik dari sebelumnya. Dengan begitu, rasa sesal dan kesal yang kamu rasakan perlahan akan pudar.

2. Teruslah Bermimpi Meskipun Pernah Gagal

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.KT Witten
Banyak orang yang takut untuk bermimpi karena pernah mengalami kegagalan. Kalau kamu juga sedang merasakan keadaan seperti ini, coba hayati dan ingat terus kata kata bijak kehidupan di atas.
Bermimpilah sebesar mungkin karena tak ada yang bisa membatasi. Selama masih hidup, kamu berhak bermimpi karena mimpi tak punya tanggal kadaluarsa.

3. Belajar Menerima Keadaan

Saat kamu tidak menemukan solusi untuk masalahmu, mungkin bukan masalah yang harus dipecahkan, tapi kenyataan yang harus diterima.Anonim
Pernah nggak sih merasa punya masalah yang sepertinya nggak ada habisnya? Mencari solusi apapun ternyata sama sekali nggak membantu.
Nah, kata kata mutiara di atas ini bisa mengingatkanmu untuk melupakan apa yang menjadi masalah dan terima saja kenyataan yang ada. Dengan begitu, hidupmu akan jauh lebih tenang.

4. Tentang Kebahagiaan, Realita, dan Ekspektasi

Kebahagiaan sama dengan kenyataan dikurangi ekspektasi.Tom Magliozzi
Hampir sama seperti di atas, kutipan dari Tom Magliozzi ini mengajakmu untuk bisa menerima kenyataan agar bisa mencapai kebahagiaan. Berangan angan memang boleh, tapi pastikan itu tidak akan menyakitimu.
Pun apa yang kamu harapkan tak terpenuhi, janganlah bersedih. Terimalah kenyataan dan lanjutkanlah perjalananmu menjemput kebahagiaan.

5. Cara Memaknai Hidup

Hiduplah secara sederhana. Bermimpilah yang besar. Bersyukur. Berilah Cinta. Tertawalah yang banyak.Paulo Coelho
Bahagia adalah satu kata yang mudah diucapkan tapi terasa sulit untuk mencapainya. Kalau kamu sedang berusaha untuk bahagia, coba praktekkan apa yang dikatakan oleh Paulo Coelho ini.
Sebenarnya caranya cukup sederhanya, hanya saja banyak orang yang sengaja merumitkannya dengan masalah yang mereka hadapi. Semoga kamu selalu sukses yah.

 

FAKTA TENTANG LEAK





Leak merupakan suatu ilmu kuno yang diwariskan oleh leluhur Hindu di Bali. Pada zaman sekarang ini orang bertanya-tanya apa betul leak itu ada?, apa betul leak itu menyakiti? Secara umum Leak tu tidak menyakiti, Leak itu proses ilmu yang cukup bagus bagi yang berminat. Karena ilmu Leak juga mempunyai etika-etika tersendiri. Tidak gampang mempelajari ilmu Leak  Dibutuhkan kemampuan yang prima untuk mempelajari ilmu Leak  Di masyarakat sering kali Leak dicap menyakiti bahkan bisa membunuh manusia, padahal tidak seperti itu. Ilmu Leak juga sama dengan ilmu yang lainnya yang terdapat dalam lontar-lontar kuno Bali. Dulu ilmu Leak tidak sembarangan orang mempelajari, karena ilmu leak merupakan ilmu yang cukup rahasia sebagai pertahanan serangan dari musuh.


Orang Bali Kuno yang mempelajari ilmu ini adalah para petinggi-petinggi raja disertai dengan bawahannya. Tujuannya untuk sebagai ilmu pertahanan dari musuh terutama serangan dari luar. Orang-orang yang mempelajari ilmu ini memilih tempat yang cukup rahasia, karena ilmu Leak ini memang rahasia. Jadi tidak sembarangan orang yang mempelajari. 
Namun zaman telah berubah otomatis ilmu ini juga mengalami perubahan sesuai dengan zamannya. Namun esensinya sama dalam penerapan. Yang jelas ilmu leak tidak menyakiti. Yang menyakiti itu ilmu teluh atau nerangjana, inilah ilmu yang bersifat negatif, khusus untuk menyakiti orang karena beberapa hal seperti balas dendam, iri hati, ingin lebih unggul, ilmu inilah yang disebut pengiwa. Ilmu pengiwa inilah yang banyak berkembang di kalangan masyarakat seringkali dicap sebagai ilmu Leak 
Seperti yang dikatakan diatas leak itu memang ada sesuai dengan tingkatan ilmunya termasuk dengan endih leak. Endih leak ini biasanya muncul pada saat mereka lagi latihan atau lagi bercengkrama dengan Leak lainnya baik sejenis maupun lawan jenis. Munculnya endih itu pada saat malam hari khususnya tengah malam. Harinya pun hari tertentu tidak sembarangan orang menjalankan untuk melakukan ilmu tersebut. Leak bisa berwujud kepala berikut isi jeroan yang melayang mencari korban sangat populer di Bali. Banyak laporan yang jadi saksi mata soal penampakan Leak ini. Tak heran, setiap bulan mati (malam tanpa bulan) selalu ada ritual khusus di pura-pura guna melindungi umat dari gangguan LeakLeak dipercaya sebagai jelmaan orang yang menguasai ilmu ‘hitam’. Leak juga dipercaya dapat membunuh manusia secara singkat, atau secara perlahan dengan penderitaan yang berkepanjangan.
 Dari mana asal-muasal Leak? Konon, Leak memiliki kisah panjang sejak jaman kerajaan di Indonesia. Dikisahkan pada masa pemerintahan Airlangga (1006 – 1042 M) di Jawa Timur, hidup seorang janda sakti mandraguna bernama Dayu Datu dari Desa Girah. Desa ini terletak di wilayah pesisir Kerajaan Kediri. Dayu Datu inilah yang kemudian dikenal sebagai Calonarang. Calonarang menuliskan semua ilmu sihirnya kedalam sebuah “Kitab”-yang oleh pengikutnya disebut Kitab Calonarang. Namun kemudian, Mpu Bharadah berhasil mengalahkan Calonarang dan mengamankan kitab tersebut agar ilmunya tidak tersebar luas. Semestinya masalah selesai di sini bila saja murid-murid Calonarang ikut dibunuh. Sayang, mereka berhasil melarikan diri ke Bali. Ilmu yang pernah mereka pelajari dari sang guru akhirnya dilestarikan hingga kini kita menyebutnya sebagai Leak.
Yang menarik adalah pada masa itu, agama yang populer adalah agama Budha aliran Tantrayana. Tantrayana mengajarkan cara pintas menuju Moksa. Upacara yang dilakukan antara lain menari-nari di atas kuburan dengan iringan musik (instrumen kangsi dan kemanak) sambil minum darah dan makan daging mayat yang dilakukan pada malam hari bertelanjang badan. Ajaran ini kemudian juga dianut oleh raja Kertanegara (1268-1292 M) dari Singasari. Dengan cara demikian terjadilah pertemuan jiwa antara pelaku upacara dengan dewanya (lihat juga naskah Tantu Panggelaran disertasi dari Th. Pigeud 1924).
Meskipun Ajaran Tantra dimasudkan untuk kebaikan bukan kejahatan, tapi diyakini Calon Arang juga melakukan ritual yang serupa yang dia lakukan untuk menyembah/memohon pada Batari Durga, yang notabene adalah salah satu dewi agama Hindu. Dalam semua kepercayaan, kata “kiri” selalu berkonotasi buruk, atau melawan mainstream. Demikian juga pada masyarakat Bali, kata “kiri” juga termasuk menggolongkan ilmu-ilmu atau ajaran yang bertentangan dengan norma dan agama. Dalam hal ini, Leak atau ilmu Pengeleakan digolongkan ke dalam “Aji Wegig”. Aji berarti ilmu, dan wegig yakni sifat yang suka mengganggu orang lain. Karena sifatnya negatif, maka ilmu ini disebut “Ngiwa” (Ngiwa asal katanya kiwa (Bahasa Bali) artinya kiri. Ngiwa berarti melakukan perbuatan kiwa alias kiri). Pengiwa banyak menggunakan rajah-rajah (tulisan mistik). Juga pintar membuat sakit dari jarak jauh, dan dijamin tidak bisa dirontgent di lab. Yang paling canggih adalah cetik (racun mistik). Aliran ini bertentangan dengan pengeleakan. 
Ilmu Leak ini bisa dipelajari pada lontar-lontar yang memuat serangkaian Ilmu Hitam. Lontar-lontar atau buku-buku jaman kuno yang terbuat dari daun pohon lontar yang dibuat sedemikian rupa dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 3 cm, diatas lontar diisi tulisan aksara Bali dengan bahasa yang sangat sakral. Murid-murid Calonarang yang melarikan diri ke Bali menuliskan Ilmu Pengleakan pada kitab lontar dan membuatnya dalam empat kitab yaitu : 
  1. Lontar Cambra Berag,
  1. Lontar Sampian Emas,
  1. Lontar Tanting Emas,
  1. Lontar Jung Biru.

Ilmu leak itu sendiri terdiri dari beberapa tingkatan:

  1. Ilmu Leak Tingkat Bawah. Orang yang bisa ngeleak di tingkat ini bisa merubah wujudnya menjadi binatang seperti monyet, anjing, ayam putih, kambing, babi betina (bangkung) dan lain – lain.
  1. Ilmu Leak Tingkat Menengah. Orang yang bisa ngeleak pada tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Burung Garuda bisa terbang tinggi, paruh dan cakarnya berbisa, matanya bisa keluar api, juga bisa berubah wujud menjadi Jaka Tungul atau pohon enau tanpa daun yang batangnya bisa mengeluarkan api dan bau busuk yang beracun.
  1. Ilmu Leak Tingkat Tinggi. Orang yang bisa ngeleak tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Bade yaitu berupa menara pengusungan jenasah bertingkat dua puluh satu atau tumpang selikur dalam bahasa Bali dan seluruh tubuh menara tersebut berisi api yang menjalar – jalar sehingga apa saja yang kena sasarannya bisa hangus menjadi abu.

Pada dasarnya, ilmu Leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut Leak  Yang ada adalah “liya, ak” yang berarti lima aksara (memasukan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu). Lima aksara tersebut adalah Si, Wa, Ya, Na, Ma. 

  • Si adalah mencerminkan Tuhan
  • Wa adalah anugrah
  • Ya adalah jiwa
  • Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan
  • Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa

Kekuatan aksara ini disebut panca agni (lima api). Manusia yang mempelajari kerohanian apa saja, apabila mencapai puncaknya dia pasti akan mengeluarkan cahaya (aura). Cahaya ini keluar melalui lima pintu indria tubuh yakni telinga, mata, mulut, ubun-ubun, serta kemaluan. Pada umumnya cahaya itu keluar lewat mata dan mulut. Sehingga apabila kita melihat orang di kuburan atau tempat sepi, api seolah-olah membakar rambut orang tersebut. Pada prinsipnya, ilmu leak tidak mempelajari bagaimana cara menyakiti seseorang.
Yang dipelajari adalah bagaimana mendapatkan sensasi ketika bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut. Ketika sensasi itu datang, maka orang itu bisa jalan-jalan keluar tubuhnya melalui ngelekas atau ngerogo sukmo. Kata ngelekas artinya kontaksi batin agar badan astra kita bisa keluar. Ini pula alasannya orang ngeleak. Apabila sedang mempersiapkan puja batinnya disebut angeregep pengelekasan. Sampai di sini roh kita bisa jalan-jalan dalam bentuk cahaya yang umum disebut endih.
Ilmu Leak ini sampai saat ini masih berkembang karena pewarisnya masih ada, sebagai pelestarian budaya Hindu di Bali dan apabila ingin menyaksikan leak ngendih datanglah pada hari Kajeng Kliwon Enjitan di Kuburan pada saat tengah malam.

 

CITA CITA BUNG KARNO

 
-CITA BUNG KARNO DI PABRIK SEMEN GRESIK ( SEMEN INDONESIA )
ADALAH CITA-CITA KEMANDIRIAN BANGSA YANG TIDAK BERGANTUNG PADA ASING !
Wajah Bung Karno tampak sumringah saat meresmikan pabrik semen di Gresik, Jawa Timur, pada 7 Agustus 1957. Semen bukan sekedar soal industri, tetapi juga tiang pancang untuk cita-cita besar Bung Karno: ekonomi berdikari.
Pabrik semen gresik adalah pabrik semen kedua milik RI. Yang pertama, pabrik Semen Padang, merupakan bekas pabrik Belanda yang dinasionalisasi tahun 1958.
Sayang, kendati Indonesia sudah punya dua pabrik semen, tetapi kapasitas produksinya baru memenuhi 60 persen kebutuhan nasional. Sisanya, 40 persen, harus diperoleh melalui impor. Inilah yang membuat Bung Karno masih agak resah.
Bayangkan, barang yang sifatnya vital harus diimpor dari luar negeri. Selain berbiaya mahal dan menguras kas negara, juga menciptakan ketergantungan ekonomi. Bung Karno tidak setuju itu. Karena itu, tidak ada pilihan lain, Indonesia harus membangun pabrik semen sendiri.
Betapa vitalnya industri semen bagi bangsa, Bung Karno kerap menyinggungnya dalam pidato. Seperti pada pidato tanggal 11 Juli 1960 di hadapan pemuda-pemuda di Surakarta.
“Mana bisa membuat gedung ini kalau tidak ada semen. Mana bisa membuat pabrik kalau tidak ada semen. Mana bisa bikin jembatan kalau tidak ada semen; mana bisa membuat landasan kapal udara kalau tidak ada semen. Mana bisa membuat pelabuhan jikalau tidak ada semen,” kata Bung Karno.
Begitu pentingnya pabrik semen, sampai-sampai di pidato itu, Sukarno mengulang kata “pabrik semen” empat kali: kita harus membangunkan pabrik semen, pabrik semen, pabrik semen, pabrik semen.
Pada Semen Bung Karno melabuhkan mimpi. Pertama, dengan memproduksi semen sendiri, Indonesia bisa berdikari dalam membangun. Kedua, jika semen tersedia, kemudian pembangunan jalan, maka cita-cita masyarakat adil dan makmur bisa terwujud.
Begitulah mimpi Bung Karno 60 tahun lalu. Nah, pertanyannya, sudahkan mimpi Bung Karno itu terwujud?
Memang, setelah 60 tahun, pabrik semen kita berkembang. Sekarang ada 3 BUMN semen: Semen Indonesia, Baturaja, dan Semen Kupang. Dua perusahaan semen awal kita, yakni Semen Pandang dan Semen Gresik, melebur ke dalam Semen Indonesia.
Sekarang kapasitas produksi Semen Indonesia sudah 30 juta ton. Sedang Baturaja 2 juta ton dan Semen Kupang 0,5 juta ton. Kendati kapasitas produksi itu sudah besar, tetapi baru memenuhi 34 persen kebutuhan nasional. Sedangkan 66 persennya di tangan perusahaan semen swasta dan asing. Jadi, saudara-saudara, kita belum berdaulat dalam produksi semen.
Mimpi Bung Karno belum terwujud.
Tetapi BUMN kita tidak menyerah. Selain memperbaiki manajemen, mereka berusaha menaikkan kapasitas produksi. Semen Indonesia berencana membangun pabrik baru di Jawa. Tepatnya di Rembang, Jawa Tengah. Tentu ada yang bertanya, kenapa Jawa Tengah?
Untuk anda ketahui, sebagian besar konsumsi semen nasional itu ada di Pulau Jawa. Konsumsi semen untuk pulau Jawa mencapai 56 persen. Di susul Sumatera dengan 22 persen. Sedangkan pulau-pulau lain di bawah 2 persen.
Sayang, upaya pembangunan pabrik baru Semen Indonesia di Rembang terantuk masalah. LSM dan sejumlah akademisi menggelorakan penolakan. Mereka menakut-nakuti warga sekitar tambang dengan isu bahaya kerusakan lingkungan.
Janggalnya, LSM dan akademisi itu hanya mempersoalkan pabrik semen Indonesia di Rembang, tetapi tutup mata dengan belasan perusahaan semen swasta yang sudah beroperasi lama di Rembang dan sekitarnya.
Tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat, termasuk mereka yang menyebut diri Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), aksi penolakan terhadap Semen Indonesia di Rembang rentan ditunggangi oleh kepentingan kompetitor swasta dan asing.
Di Rembang, sejak 1998, sudah ada puluhan perusahaan semen. Sebut saja: Sebut saja: PT Sinar Asia Fortune (SAF), PT Indonesian Comcocrown Chemical Industry (ICCI), PT Amir Hajar Kilsi, PT Rembang Bangun Persada (PT Bangun Artha), dan lain-lain.
Di Kabupaten Pati sendiri, tempat sebagian besar anggota JMPPK berasal, sudah ada PT Sahabat Mulya Sejati (SMS), anak perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa. Sayangnya, kita tidak pernah mendengar aksi cor kaki pakai semen tolak Indocement.
Dan sekarang, makin banyak perusahaan swasta dan asing yang mengincar potensi semen di Jawa. Disamping Indocement dan Lafargeholcim, juga ada pemain-pemain baru yang relatif kuat seperti Siam Cement (Thailand), Merah-Putih (Wilmar Group), Anhui Conch (Cina), dan lain-lain.
Relakah kita membiarkan BUMN tersisih dari persaingan industri semen itu? Relakah kita membangun bangsa ini dengan bergantung pada semen hasil produksi swasta dan asing?
Tentu saja tidak. Karena itu, kita perlu mendukung Semen Indonesia dan BUMN lainnya. Tetapi kita juga tidak abai dengan persoalan lingkungan dan sosial. Karena itu, mari mengawal kinerja BUMN dengan kritik, agar mereka tidak abai dengan kewajiban menjaga daya dukung lingkungan dan sosial. BUMN harus membuka tangan bagi partisipasi sosial masyarakat sekitar, sekaligus belajar mendengar masukan mereka.
Hanya dengan begitu, kita bisa berdaulat dalam produksi semen, dan bisa membangun Negeri lebih maju, sekaligus bisa mewariskan lingkungan yang lestari untuk anak-cucu. Begitulah cita-cita Bung Karno sebetulnya.

 

MANFAAT BULU DOMBA

 
Domba merupakan hewan ternak yang memiliki banyak manfaat selain daging domba ternyata bulu domba juga memiliki banyak manfaat. Bulu domba tumbuh lebat di seluruh tubuh domba sehingga bulu domba perlu dicukur secara rutin. Bulu domba dikenal memiliki tekstur yang halus serta mampu menahan panas. Bulu domba yang paling halus dan tebal terdapat pada bagian bahu diantara puncak bahu dan dasar dada. Sedangkan bagian belakang sampai sekitar ekor merupakan bulu domba yang kasar. Bulu domba yang paling penden terdapat pada bagaian perut. Secara umum bulu domba dibagi menjadi tiga jenis yaitu wol halus, serat wol kasar, dan kamp. Penentuan kualitas wol sendiri dipengaruhi oleh tingkat kehalusan bulu, panjang bulu yang seragam, elastisitas, dan warna. Bulu domba yang telah dicukur akan diolah menjadi kain wol. Selain menjadi kain ternyata bulu domba juga bisa diolah menjadi berbagai macam hal antara lain:
  • Bulu Domba berguna untuk mengatasi ruam pada kulit.
Bulu domba dapat diolah menjadi senyawa bernama lanolin. Senyawa lanolin merupakan senyawa merupakan senyawa yang digunakan pada cream kulit tujuannya adalah untuk mengatasi alergi pada kulit.
  • Bahan pembuat pakaian
Pada negara beriklim dingin bulu domba dimanfaatkan sebagai bahan baku pakaian seperti selimut dan jaket. Hal ini dikarenakan bulu domba mampu menahan panas yang berasal dari dalam sekaligus menahan udara dingin dari luar sehingga memberikan kehangatan pada penggunanya. Bulu domba juga memiliki tekstur yang halus sehingga nyaman untuk digunakan.
  • Karpet
Bulu domba juga dapat dimanfaatkan sebagai karpet. Cara pembuatan karpet dari bulu domba pun cukup mudah bulu domba yang telah dicukur dicuci dan dibersihkan dengan disinfectant agar higienis kemudian bulu domba direndam dengan air sabun. Setelah dicuci bulu domba kemudian dijemur sampai kering. Bulu domba yang sudah kering dipilin mejadi benang agar bulu domba yang digunakan terlihat berserat diperlukan sisir khusus. Benang yang sudah dirangkai menjadi berbentuk karpet. Biasanya karpet dari bulu domba ini dibuat bermacam-macam bahkan menjadi lukisan untuk menaikkan harga jual karpet.
  • Alas kaki
Bulu domba juga dapat dijadikan sebagai sandal dan sepatu yang mampu melindungi kaki dari benda keras dan juga udara dingin. Sepatu dan sandal dari bulu domba ini berguna untuk menahan udara dari luar. Bulu domba sebagai alas kaki banyak dimanfaatkan di negara beriklim dingin seperti eropa.
Bulu domba juga memiliki sifat yang unik bulu domba memiliki tingkat pertukaran panas yang rendah sehingga tidak terpengaruh suhu dari luar. Kulit domba mampu menyerap kelembapan dua kali lebih besar daripada kapas sehingga memungkinkan bulu domba teteap kering walaupun keadaan lingkuangan lembap. Bulu domba mampu menyerap bau badan keringat hal ini dikarenakan dalam bulu domba terdapat anti bakteri yang mampu menolah partikel kotoran. Sifat unik dan kemudahan dalam mengolah bulu domba inilah yang membuat bulu domba banyak digunakan sebagai bahan baku.

 

BAHASA TUBUH MENANDAKAN ORANG ITU BERBOHONG

Tanpa kita sadari pesan yang disampaikan oleh bahasa tubuh justru mengandung makna yang sebenarnya dari sebuah pembicaraan. Karena bahasa tubuh itu sendiri tidak dapat kita hindari. Sebenarnya tidaklah sulit mengetahui apakah lawan bicara anda sedang berbohong atau tidak.
Bahasa tubuh secara spontan dan sering tidak disadari akan menunjukan kebohongan tersebut. Hal ini terjadi karena orang yang sedang berbohong lebih terfokus pada ucapannya dari pada gerak gerik tubuhnya. Maka dari itu penting anda kenali, tanda-tanda orang yang berbohong melalui bahasa tubuhnya.

1. Menutup mulut & terbatuk

Menutup mulut merupakan salah satu gerakan yang paling sering digunakan ketika berbohong. Selain itu, banyak juga orang yang menutupi kebohongannya tersebut dengan cara berpura-pura batuk meskipun tidak sedang sakit batuk. Apabila ada dalam sebuah kesempatan anda bercakap-cakap dan mendapati orang menutup mulutnya sewaktu anda sedang berbicara. Berarti dia merasa andalah yang sedang berbohong padanya. Hal itu bisa terjadi karena dia merasa heran dan cemas mengapa anda berbohong. Secara tidak sadar, dia menutup mulutnya sendiri. Gerak isyarat tersebut juga dikombinasikan dengan gerak tangan lainnya ke bagian wajah.
 

2. Menyentuh hidung

Orang yang berbohong, biasanya dengan sendirinya akan melakukan gerakan mengusap hidung bagian bawah. Gerakannya bisa secara cepat atau lambat dan kita perlu mengamati secara seksama. Gerakannya lembut dan bukan menggosoknya dengan keras dan bukan juga menggaruk hidung. Hati-hati dalam membaca tanda-tanda ini ya, sebab bisa saja lawan bicara anda memang sedang gatal di bagian hidungnya. Saat berbohong ujung saraf halus dalam hidung terasa gatal dan untuk menghilangkanya orang biasanya secara otomatis akan mengusapnya dengan usapan halus.
 

3. Memalingkan pandangan, menggosokkan mata, dan jumlah kedipan bertambah

Kita pasti pernah mendengar sebuah ungkapan “mata adalah jendela jiwa” bukan? Melalui indera mata kita dapat menceritakan segalanya. Ungkapan tersebut memang benar adanya, apalagi menjadi tanda seseorang sedang berbohong atau tidak. Biasanya mata yang berbohong akan selalu melihat ke arah yang lain, baik itu ke atas, bawah, samping, yang terpenting adalah tidak melihat kearah lawan bicara kita. Yang paling sering terjadi mata biasanya menerawang entah kemana, sementara mulut berbicara bohong.
 

4. Memalingkan wajah

Memalingkan wajah biasanya dilakukan setelah atau sebelum menggosok mata. Orang yang tidak memandang atau mendengarkan lawan bicaranya sebenarnya dia sedang menyembunyikan sesuatu. Akan tetapi, kita juga perlu memperhatikan beberapa pengecualian, seperti halnya orang-orang pemalu atau tidak percaya diri, bukan berarti sedang berbohong. Jika dalam budaya Jawa misalnya orang yang lebih muda, jika bicara dengan orang yang lebih tua dianggap sopan, jika tidak terlalu sering menatap wajah orang yang lebih tua. Maka, hati-hatilah dengan pengecualian ini.
 

5. Menggerakan leher

Tanda orang berbohong dapat dilihat melalui isyarat dia melalui gerakan menggaruk leher. Gerakan tersebut dilakukan jari telunjuk yang menujukan keraguan atau ketidakpastian dari perkataan. Biasanya dilakukan disisi kanan atau kiri leher baik menggunakan tangan kiri atau kanan. Respon saraf saraf disekitar leher yang pada saat berbohong akan terasa gatal. Gerakan ini merupakan satu kesatuan dengan gerakan menutup mulut dan menyentuh hidung. Jadi amatilah secara seksama bagaimana rentetan gerak tubuh tanda seseorang berbohong.
 

6. Perubahan nada suara

Perubahan nada suara sebenarnya bukan bagian dari bahasa tubuh, akan tetapi penting dalam memahami karakter lawan bicara. Perubahan intonasi suara bisa terjadi ketika seseorang gugup, sehingga suara yang dikeluarkan menjadi tidak lancar. Kegugupan itulah yang bisa menjadi tanda seseorang sedang berbohong. Perkataanya terdengar tidak jelas sehingga harus diulang kembali. Perkataan yang tidak jelas disebabkan volume suara mengecil atau artikulasi suara tidak jelas. Jika hal ini terjadi kemungkinan besar perkataanya tidak benar.