1. Melewatkan pendinginan
Tidak melakukan pendinginan sama buruknya dengan tidak melakukan pemanasan. olahraga aerobik ringan dengan intensitas 20% setelah ;atihan akan membantu melancarkan sirkulasi tubuh Anda dan mempercepat proses pemulihan.
Ada alasan kenapa mesin treadmill memiliki mode “cool down”. Ketika Anda latihan, katakanlah usaha Anda sebesar 8 dari 10 dan tubuh Anda butuh bantuan untuk kembali ke posisi 1 dari 10. Berhenti secara tiba-tiba saat aktivitas fisik dapat darah berkumpul di kaki, tekanan darah menurun, dan Anda bisa langsung merasa pusing.
Salah satu bentuk pendinginan yang dapat Anda lakukan saat berlari adalah dengan perlahan turunkan kecepatan lari Anda, kemudian berjalan kaki selama tiga hingga lima menit – atau lebih jika Anda latihan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Saat latihan beban, pendinginan menjadi lebih penting. Coba lakukan peregangan dinamis seperti walking lunges atau melakukan pose yoga. “Anda ingin detak jantung Anda menurun ke titik tenang sekitar 100 hingga 120 bpm
2. Masih bertahan dengan baju penuh keringat
Kami mengerti bahwa baju berbahan polyester yang Anda kenakan untuk latihan sangat nyaman dipakai. Tak jarang Anda membiarkan baju menempel di badan berjam-jam setelah latihan – meskipun bau. Masih memakai baju penuh keringat dan membiarkannya hingga kering adalah kesalahan yang tidak boleh dilakukan setelah berolahraga.
Jika baunya saja tidak bisa meyakinkan Anda untuk segera melepasnya, mungkin pendapat seorang dermatologis dapat membuat Anda kembali berpikir. mengatakan keringat yang menumpuk di kulit akan menyumbat pori-pori Anda, membuat kulit Anda tak bisa bernapas.
Menurutnya jika Anda memiliki luka di kulit, bakteri akan terjebak di sana dan dapat menyebabkan infeksi. Dan jangan pula menggunakan kembali perlengkapan olahraga yang belum dicuci. Anda akan terkena infeksi karena jamur dan bakteri, terutama di area yang terdapat rambut. Bakteri dan jamur dapat berjalan melalui rambut hingga ke akar, menyebabkan infeksi yang lebih dalam.
Sebaiknya, selepas latihan – dan tentu saja termasuk menyelesaikan pendinginan – langsung lepas pakaian Anda dan pergi mandi. Usahakan mandi menggunakan air dingin untuk membantu Anda mempercepat proses pemulihan.
3. Berjalan telanjang kaki di loker
Memang kelihatannya sepele dan mungkin sering Anda lakukan. Namun ini adalah kebiasaan buruk dengan konsekuensi yang cukup menjijikan. Kecuali jika Anda menyukai jamur di kaki, kutil, dan apa pun itu yang dapat menempel di lantai yang lembab – kotoran, bakteri, bahkan urin.
Jadi siapkan sendal jepit dari rumah dan pakai saat Anda pergi ke tempat mandi. Sehabis mandi, langsung keringkan kaki Anda dengan handuk bersih hingga ke jari-jari kaki Anda. Saran Bank, coba letakkan handuk bersih di lantai untuk Anda berpijak ketika mengganti baju sehingga usaha Anda membersihkan kaki tadi tidak sia-sia.
4. Konsumsi protein secara berlebihan
Otot adalah sekumpulan protein. Jadi jika Anda ingin otot lebih besar dan kuat, Anda harus mengonsumsi makanan yang mengandung protein yang tinggi, bukan? Tidak juga. seorang ahli nutrisi yang juga seorang personal trainer asal Texas mengatakan bahwa seseorang yang sedang menambah massa otot terkadang sudah mengonsumsi banyak protein saat makan. Terkadang juga makanan yang mereka makan selanjutnya memiliki kadar protein yang sama tingginya dari makanan yang mereka makan sebelum latihan.
Menurut Joey, yang terpenting adalah merencanakan apa yang Anda makan selama satu hari sehingga kebutuhan nutrisi harian Anda terpenuhi. Suplemen terkadang memiliki kadar protein yang lebih dari yang Anda butuhkan untuk sehari dalam sekali minum. “Para peneliti menemukan bahwa dengan mengonsumsi protein lebih dari yang Anda butuh malah membuatnya menjadi kalori yang tubuh Anda simpan sebagai lemak dan karbohidrat,” ujar Joey.
5. Tidak mengonsumsi cukup cairan
Poin ini sangat penting bagi atlet yang mengutamakan ketahanan tubuhnya, seperti atlet lari, sepeda, dan renang. Saat sesi lama dan intens, Anda dapat mengeluarkan keringat dalam jumlah yang luar biasa. Dan Anda wajib mengganti cairan yang hilang tersebut. Jika tidak, tentu saja akibatnya dehidrasi.
Gochnour memiliki solusi yang cukup mudah untuk itu: Coba timbang berat badan Anda sebelum dan sesudah latihan. Setiap Anda kehilangan ½ kg (500 ml)berat badan, Anda kalikan jumlah kekurangan tersebut dengan 1,5. Jadi berat Anda berkurang sebanyak 1 kg, Anda harus minum sebanyak 1.000 ml air.
Untuk mengganti ion yang hilang, tambahkan makanan seperti buah-buahan atau minuman seperti jus, susu, atau sports drink yang mengandum kalium, natrium, dan magnesium yang bisa mengurangi kebutuhan cairan Anda sedikit-sedikit. Tidak hanya Anda akan merasa lebih baik karena cukup terhidrasi, Anda juga tidak akan makan secara berlebihan nantinya. Karena banyak orang terkadang bingung membedakan antara lapar dan haus.
6. Tidak istirahat
Saking semangatnya, Anda tidak pernah berhenti dan tidak bisa berhenti. Tujuh hari dalam seminggu Anda aktif di gym dan berharap tubuh six-pack segera Anda dapatkan. Tapi tebak: Tubuh Anda butuh hari libur untuk pemulihan. jika seseorang tidak menyisihkan hari untuk istirahat, ia memiliki risiko penurunan performa, cedera, dan rasa lelah yang luar biasa, yang bisa mengarah pada kondisi psikologi seperti depresi dan rasa cemas.
Artinya, jika dalam satu hari Anda berlatih dengan intensitas yang tinggi, Anda butuh sekitar satu atau dua hari untuk pemulihan sebelum Anda mulai laithan dengan intensitas yang sama bahkan lebih. Dan jika Anda ingin menjaga hasil yang telah Anda dapat, Anda bisa mengurangi volume latihan Anda, bukan intensitasnya. Dengan kata lain, berlatih keras namun lebih jarang.
7. Terlalu banyak waktu istirahat
Di satu sisi, istirahat bukan berarti Anda dapat leha-leha duduk di sofa sambil bermain game atau menonton TV. Mungkin ketika Anda berpikir mengenai istirahat, Anda mengartikannya dengan berleha-leha, tidur, dan gak ngapa-ngapain. Weiss menyarankan untuk mencoba kegiatan fisik yang ringan di masa pemulihan, hal ini penting untuk mengurangi risiko cedera akibat latihan secara berlebihan dan rasa bosan. “Hal ini akan membuat Anda kembali segar secara fisik dan mental
Agar kembali ke kondisi semula, darah harus lancar. Hal itu dapat dilakukan dengan active recovery. Gerakan-gerakan kecil sesederhana berjalan kaki dan menyuci mobil atau motor Anda dapat memberikan efek pemulihan yang baik pada tubuh Anda.
Anda juga bisa menambah massage dan air hangat untuk memperlancar sirkulasi darah. Terakhir, jangan lupa untuk menjaga kualitas tidur dengan waktu tidur yang cukup sekitar 7-8 jam sehari.