1. Susah fokus
2. Susah mengendalikan emosi
3. Susah melihat kebaikan orang lain
4. Susah melindungi tubuh dari serangan penyakit
5. Susah tidur nyenyak
1. Tahi Lalat di Ujung Mata Kanan/Kiri
Dapat Dipercaya tapi Pendiam
2. Tahi Lalat di Pangkal Hidung
Pandai dan Baik Hati
3. Tahi Lalat di Alis Kanan
Suka Menolong
4. Tahi Lalat di Alis Kiri
Dicintai Banyak Orang
5. Tahi Lalat di Hidung
Banyak Rezeki
6. Tahi Lalat di Hidung Bawah
Pandai Bicara, Banyak rezeki
7. Tahi Lalat di Bibir Atas
Cerdas, Banyak Rezeki
8. Tahi Lalat di Bibir Bawah
Baik Hati
9. Tahi Lalat di Pipi Kanan/Kiri
Dermawan
10. Tahi Lalat di Pipi Tengah
Disukai
11. Tahi Lalat di Ujung Mulut
Pandai Bicara
12. Tahi lalat di Dagu
Pandai Bicara dan Jujur
13. Tahi Lalat di Telinga Kanan
Keras dan Gampang Emosi
14. Tahi Lalat di Telinga Kiri
Pintar dan Jujur
15. Tahi Lalat di Leher Bagian Depan
Bijaksana
16. Tahi Lalat di Leher Bagian Belakang
Kecil Hati, mudah Putus asa
17. Tahi Lalat di Bahu Kanan
Pendiriannya Teguh
18. Tahi Lalat di Bahu Kiri
Pikirannya Selalu Ruwet
19. Tahi Lalat di Buah Dada Kanan/Kiri
Nafsunya Besar
20. Tahi Lalat di Antara Buah Dada
Baik Hati
21. Tahi Lalat di Punggung
Dapat di Percaya
22. Tahi Lalat di tengah Perut (sekitar Pusar)
Dapat di Percaya
23. Tahi Lalat di Pinggang
Jujur dan Tabah
24. Tahi Lalat di Pantat
Sering Menderita
25. Tahi Lalat di Pangkal Paha
Tangkas dan Banyak Rezeki
26. Tahi Lalat di Daerah Kemaluan
Nafsu Besar
27. Tahi Lalat di Lutut Depan
Kuat Berjalan
28. Tahi Lalat di Lutut Sebelah Dalam (Lipatan/belakang lutut)
Hatinya Tidak Tetap
29. Tahi Lalat di Betis
Dapat di Percaya
30. Tahi Lalat di Tulang Kaki Kanan (Tulang Kering)
Pemboros
31. Tahi Lalat di Tulang Kaki Kiri
Pemberani
32. Tahi Lalat di Pergelangan Kaki
Kuat Berjalan
33. Tahi Lalat di Tumit
Tidak dapat di Percaya
34. Tahi Lalat di Jari-Jari Kaki
Suka Bekerja
35. Tahi Lalat di Lengan Kanan/Kiri
Suka Bekerja
36. Tahi Lalat di Telapak Kaki
Baik Hati
37. Tahi Lalat di Telapak Tangan Kanan
Pandai Menyimpan Harta
38. Tahi Lalat di Telapak Tangan Kiri
Pemboros
39. Tahi Lalat di Telapak Belakang
Kuat Kaya
40. Tahi Lalat di Ujung Siku
Baik Hati
41. Tahi lalat di Siku Bagian dalam
Selalu Tabah
42. Tahi Lalat di jari-jari Tangan
Banyak Rezeki
43. Tahi Lalat di Pergelangan Tangan
Pemboros
44. Tahi Lalat di Ubun – Ubun
Tamak akan harta benda, Jahat, dan Jahil
45. Tahi Lalat di Unyeng – Unyeng (Puser di kepala)
Pendiam tapi Banyak Akal dan Cerdas
46. Tahi Lalat di Kepala Bagian Belakang
Dapat di Percaya, Pemberani, dan Sabar
47. Tahi Lalat di Kepala Sebelah Kiri
Wataknya Buruk
48. Tahi Lalat di Dahi Kanan atau Kiri
Kepribadiannya Jelek
49. Tahi Lalat di Tengah- Tengah Dahi (Jidat)
Pandai dan Baik Hati
50. Tahi Lalat di Pelipis Kanan/Kiri
Banyak Rezeki
51. Tahi Lalat di Kelopak Mata Atas Kanan/Kiri
Pandai Membawa Diri
52. Tahi Lalat di Kelopak Mata Bawah Kanan/Kiri
Sering Menderita
53. Tahi Lalat di Kepala Sebelah KananBanyak Rezeki
Orang Eropa dan Amerika pada umumnya bertubuh tinggi besar, sedangkan orang Indonesia dan Asia pada umumnya bertubuh lebih kecil. Apakah ras Kaukasia (ras kulit putih) memang ditakdirkan bertubuh besar? Jawabannya, mungkin tidak.
Kalau Anda pergi ke museum-museum di Eropa yang memamerkan baju orang Eropa di abad ke-19, Anda mungkin terkejut bahwa pada umumnya baju itu kecil-kecil, seukuran orang Indonesia saat ini. Dari penelitian terkini yang dilakukan oleh Timothy J. Hatton, Profesor Ekonomi dari Universitas Essex, ternyata memang tinggi rata-rata orang Eropa telah naik 11 cm dalam satu abad terakhir. Dari hasil penelitiannya di 15 negara Eropa, pria Eropa pada 1870 bertinggi rata-rata 167 cm, namun pada 1980 tinggi rata-rata mereka adalah 178 cm. Pria Belanda adalah para raksasa, dengan tinggi rata-rata saat ini 183 cm sedangkan pria Portugis yang terpendek di Eropa dengan rata-rata 173 cm. Penelitian tinggi badan hanya dilakukan pada pria karena hanya data tinggi badan pria yang tersedia untuk perbandingan, yang pada masa lalu dicatat dari mereka yang ikut dalam pendaftaran militer.
Taraf kesehatan, bukan ras
Temuan ini menguatkan kesimpulan bahwa taraf ekonomi dan kesehatan adalah penentu tinggi badan, bukan ras. Dalam laporan UNICEF tahun 2003, terlihat bahwa ras yang sama bisa memiliki perbedaan tinggi badan yang mencolok apabila taraf ekonomi dan kesehatannya berbeda. Laporan UNICEF itu menyebutkan bahwa orang Korea Utara yang dibesarkan pada tahun 1990-an –ketika kelaparan banyak melanda negara itu– memiliki tinggi badan 12 cm lebih pendek daripada orang muda Korea Selatan yang makmur. Perbedaan tinggi badan tidak terlihat pada warga kedua negara yang berumur di atas 40 tahun.
Peningkatan taraf kesehatan, sebagaimana tercermin pada penurunan angka kematian bayi, adalah faktor tunggal terpenting dalam mendorong peningkatan tinggi badan. Hubungan antara kematian bayi dan tinggi badan telah ditunjukkan oleh sejumlah penelitian. Angka kematian bayi di Eropa turun dari rata-rata dari 178 per seribu di tahun 1871-1875 menjadi 120 per seribu di tahun 1911-1915, kemudian turun lagi menjadi 41 di 1951-1955 dan 14 di tahun 1976-1980. Di samping penurunan besar dalam angka kematian bayi, kenaikan pesat dalam tinggi rata-rata pria Eropa berkaitan dengan penurunan tajam angka kelahiran dan ukuran keluarga. Faktor-faktor lainnya adalah peningkatan pendapatan per kapita, sanitasi perumahan dan lingkungan, pendidikan umum tentang kesehatan dan gizi (yang menyebabkan perbaikan perawatan anak-anak dan remaja di dalam rumah), dan sistem layanan sosial dan kesehatan.