Penyebab Sakit Gigi

 

Sakit gigi biasanya muncul sebagai gejala penyakit, baik pada rongga mulut maupun bagian tubuh yang lain. Sakit gigi akibat masalah di dalam rongga mulut dapat disebabkan oleh:
  • Gigi berlubang atau tambalan gigi yang rusak
  • Tumbuh gigi (biasanya dialami oleh bayi dan anak-anak)
  • Gigi patah
  • Gigi tanggal
  • Peradangan atau infeksi pada gigi atau gusi
  • Muncul nanah di gigi
  • Gusi bengkak
  • Gigi bungsu yang tumbuh tidak normal
  • Pembusukan gigi
  • Permasalahan pada kawat gigi
  • Kebiasaan menggeretakan gigi (bruxism).
Sedangkan sakit gigi yang merupakan penjalaran nyeri dari bagian tubuh lain yang mengalami gangguan, dapat terjadi pada:
  • Sinusitis
  • Penyakit jantung
  • Kanker paru-paru
  • Gangguan saraf wajah (trigeminal neuralgia).
Seseorang akan lebih berisiko untuk mengalami sakit gigi apabila:
  • Merokok
  • Menderita diabetes
  • Menderita AIDS
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti phenytoin atau obat imunosupresif.

Gejala Sakit Gigi

Tingkat keparahan sakit gigi sangat beragam, mulai dari nyeri yang ringan dan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, hingga nyeri yang parah dan tak tertahankan. Rasa nyerinya sendiri dapat terasa berdenyut atau seperti ditusuk-tusuk. Selain rasa nyeri, sakit gigi dapat disertai dengan pembengkakan pada gusi, sakit kepala, dan demam.
Segera temui dokter bila sakit gigi yang Anda alami sudah berlangsung lebih dari dua hari, atau jika disertai dengan:
  • Bau busuk di dalam mulut
  • Nyeri saat mengunyah
  • Gusi bengkak
  • Sulit menelan
  • Sesak napas
  • Sulit dan sakit saat membuka mulut
  • Nyeri telinga
Diagnosis Sakit Gigi
Pada pasien yang mengeluh sakit gigi, dokter gigi akan menelusuri terlebih dahulu gejala yang dirasakan oleh pasien, yaitu dengan menanyakan:
  • Letak nyeri
  • Seberapa parah nyeri yang dirasakan
  • Kapan nyeri tersebut biasa muncul
  • Hal yang membuat nyeri memburuk
  • Hal yang dapat meredakan nyeri.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap gigi, gusi, lidah, rahang, sinus, hidung, tenggorokan, bahkan leher. Kadang-kadang juga dilakukan pemeriksaan dengan merangsang gigi, misalnya dengan suhu dingin, menggigit atau mengunyah sesuatu, atau menekan gigi dengan jari.
Jika dibutuhkan, dokter akan meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan tambahan, seperti foto Rontgen gigi dan CT scan.

Meredakan Sakit Gigi di Rumah

Jika mengalami sakit gigi, sebaiknya segera temui dokter gigi untuk mencari tahu penyebabnya, sehingga dapat diobati dengan tepat. Namun sebelumnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk meredakan sakit gigi, yaitu:
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) untuk menyingkirkan plak dan sisa makanan yang tersangkut.
  • Berkumur dengan air hangat.
  • Berkumur dengan obat kumur antiseptik.
  • Mengompres pipi dengan kompres dingin apabila sakit gigi disebabkan oleh cedera.
  • Minum paracetamol untuk meredakan nyeri. Gunakan sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat.

 

6 hal yang perlu Anda tahu seputar kalori

1. Apa itu kalori?

Kalori adalah satuan ukuran untuk energi dalam makanan. Kalori pertama kali ditetapkan di Prancis pada awal tahun 1800-an. Kalori makanan (kilokalori) adalah jumlah panas (energi) yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1°C dari 1.000 gram (1 liter) air. Para peneliti ini menggunakan bomb calorimeter untuk mengukur kalori. Namun, dewasa ini produsen makanan tidak menggunakan alat tersebut untuk mendeteksi jumlah kalori, mereka hanya menambahkan kalori dari bahan-bahan berdasarkan basis data standar.

2. Berapa banyak kalori pada makanan?

Komponen makanan biasanya menyediakan kalori: karbohidrat sebanyak 4 kalori per gram, protein sebanyak 4 kalori per gram, lemak 9 kalori per gram, dan alkohol 7 kalori per gram. Lemak memberikan paling banyak kalori, ini merupakan hal yang baik ketika Anda sedang kelaparan dan jumlah makanan hanya terbatas, namun tidak baik ketika Anda ingin mencoba menurunkan berat badan atau setidaknya tidak ingin menambahkan berat badan. Vitamin, mineral dan serat yang dapat dicerna tidak memiliki kalori.

3. Apakah kalori itu buruk?

Kalori itu sendiri bukanlah hal yang buruk, karena Anda membutuhkan kalori untuk hidup. Masalahnya terdapat pada konsumsi kalori berlebih. Kalori adalah kalori, tak terkecuali apakah ia berasal dari lemak, karbohidrat atau protein. Namun, sumber kalori juga memberikan pengaruh bagi kesehatan. Contohnya ialah 100 kalori yang terdapat dalam satu mangkuk brokoli akan membawa banyak nutrisi, sementara 100 kalori yang terdapat dalam satu sepertiga donat tidak memiliki keuntungan apapun. Kalori yang hanya disertai sedikit nutrisi (atau tidak ada sama sekali) juga biasa disebut dengan “kalori kosong”.

4. Bagaimana cara kalori menaikkan berat badan?

Kalori itu sendiri tidak memiliki berat. Namun, kelebihan kalori akan disimpan oleh tubuh sebagai energi potensial, dan sebagian besar disimpan sebagau lemak tubuh. Jumlah yang lebih kecil juga disimpan dalam hati dan otot sebagai glikogen (bentuk penyimpanan glukosa yang digunakan untuk energi jangka pendek).

5. Kenapa orang yang berbadan besar harus mengonsumsi lebih banyak kalori?

Seseorang dengan berat 80 kg dapat mengonsumsi jauh lebih banyak kalori dibandingkan dengan orang dengan berat 50 kg tanpa kenaikan berat badan. Tubuh yang lebih besar membutuhkan banyak kalori untuk melakukan fungsi dasar dan untuk bergerak. Dengan demikian, orang yang berbadan lebih berat bisa membakar 3.000 kalori atau lebih per harinya, sementara orang yang memiliki berat badan lebih ringan hanya dapat membakar kurang dari 2.000 kalori. Hal ini juga tergantung pada umur, jenis kelamin, tingkat kebugaran, beberapa banyak otot dan lemak yang mereka miliki, dan juga faktor genetik.

6. Bagaimana cara menurunkan berat badan dengan kalori?

Dengan membakar 3.500 kalori setiap harinya, berat badan Anda akan berkurang 0,5 kg (tergantung pada berat badan, jenis kelamin, usia, tingkat metabolisme dan tingkat aktivitas). Caranya ialah dengan menghilangkan 250 kalori makanan (seperti menghentikan kebiasaan mengemil cokelat manis) atau dengan berjalan dengan waktu yang lebih banyak setiap harinya selama dua minggu. Agar hasil lebih optimal, kombinasikan keduanya sekaligus.
Pada dasarnya, menurunkan berat badan agak sulit, karena tubuh tidak terbiasa dengan menghilangnya kalori yang lebih dari biasanya, sehingga Anda akan sulit untuk terus menurunkan berat badan ataupun menjaga berat badan minimal Anda. Namun, kunci terpenting di sini ialah memperhatikan kalori masuk dan kalori keluar.

 

Bagaimana Cara Diet saat Puasa?

Pada dasarnya, cara diet saat puasa tidak jauh berbeda dengan diet yang Anda terapkan di luar bulan Ramadan. Anda tetap saja harus memerhatikan keseimbangan asupan antara karobhidrat, protein, dan lemak dalam setiap makanan yang dikonsumsi. Ini tentu saja berlaku baik saat sahur maupun berbuka puasa.
Nah, jangan sampai momen sahur dan berbuka puasa malah merusak program diet Anda. Berikut ini tips diet saat puasa yang bisa Anda terapkan guna mengontrol berat badan demi tampil menawan di Hari Raya Idulfitri nanti.

1. Hindari Makanan atau Minuman Mengandung Gula

Setelah seharian tidak makan dan minum, tubuh tentu saja menjadi lemas tak bertenaga. Oleh sebab itu, saat berbuka puasa, Anda disarankan untuk terlebih dahulu mengonsumsi makanan dan minuman manis, pun demikian saat sahur untuk memberikan tenaga saat berpuasa.
Akan tetapi, bagi Anda yang sedang berdiet, ada baiknya untuk tidak mengonsumsi makanan maupun minuman manis secara berlebihan, terutama saat berbuka puasa. Walaupun gula adalah sumber energi, perlu diingat bahwa gula juga salah satu bahan makanan yang membuat gemuk.
Hal ini karena saat berpuasa, produksi insulin di dalam tubuh akan mengalami defisiensi. Padahal, insulin berfungsi untuk mengubah gula menjadi energi bagi tubuh. Akibat kurangnya insulin, gula yang masuk hanya akan menjadi lemak.

2. Hindari Berbuka dengan Gorengan

Aneka gorengan seperti risoles, bakwan, tahu isi, hingga pisang goreng memang sangat menggugah selera dan tepat untuk dijadikan santapan saat sahur, apalagi saat berbuka puasa.
Namun, mengonsumsi gorengan saat bulan puasa tidak disarankan untuk Anda yang sedang menjalani program diet menurunkan berat badan.
Cara diet saat puasa ini penting untuk dilakukan. Pasalnya, gorengan mengandung banyak lemak, terelabih lagi jenis lemak yang dikandung adalah lemak jenuh. Selain bisa membuat tubuh Anda bertambah gemuk, lemak jenuh memicu kolesterol jahat (LDL) memenuhi tubuh.
Daripada mengonsumsi gorengan maupun jenis makanan lainnya yang mengandung lemak jenuh, perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh, seperti ikan, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Di samping tak kalah nikmat, makanan-makanan tersebut sudah pasti jauh lebih sehat dan tidak membuat berat badan bertambah.

3. Konsumsi Makanan yang Mengandung Protein dan Serat

Sebaliknya, lakukan tips diet saat puasa dengan memperbanyak konsumsi makanan yang kaya akan kandungan protein dan serat. Alih-alih mengonsumsi makanan yang mengandung kalori, makanan yang mengandung protein dan serat cenderung membuat perut Anda kenyang lebih lama.
Dengan begitu, saat waktu berbuka puasa tiba, Anda tidak ‘kalap’ dengan mengonsumsi hidangan berbuka terlalu banyak yang mana hal tersebut akan membuat program diet Anda jadi gagal.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Jangan lupakan juga pentingnya air putih saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kurangnya asupan air sepanjang hari akibat berpuasa, mengharuskan Anda untuk banyak minum air putih saat sahur dan berbuka guna segera mengganti cairan tubuh yang habis.
Sementara itu dalam kaitannya dengan diet saat puasa, air putih jauh lebih sehat ketimbang jenis minuman lainnya, terutama yang mengandung banyak gula. Alih-alih minum sirup terlalu banyak, yang harus Anda lakukan justru lebih banyak minum air putih saat berbuka. Kandungan gula pada minuman seperti sirup bisa-bisa membuat berat Anda malah naik.
Idealnya, Anda mengonsumsi air putih sebanyak 3 gelas saat sahur, 3 gelas saat berbuka, 3 gelas selepas solat Tarawih, dan 2 gelas sebelum tidur.

5. Makan Secukupnya saat Berbuka

Godaan terbesar dari puasa Ramadan adalah pada saat waktu buka puasa tiba. Bagaimana tidak? Setelah seharian menahan lapar dan haus, Anda tentu merasa kelaparan dan kehausan. Ujung-ujungnya, semua makanan dan minuman yang ada di meja makan disantap semua.
Hati-hati, khususnya bagi Anda yang sedang menjalani program diet saat puasa. Kalau Anda berpikir makan dan minum banyak saat buka puasa sah-sah saja dan tidak terlalu mengganggu diet, maka hal tersebut sepenuhnya salah.
Nyatanya, porsi makan yang berlebihan meski hanya dilakukan saat berbuka tetap saja berpengaruh terhadap penambahan berat badan. Terlebih lagi, makanan yang Anda konsumsi kaya akan kandungan gula dan lemak jenuh.
Oleh karena itu, tetaplah makan dalam porsi yang tidak berlebihan agar diet saat puasa Anda berjalan lancar dan efektif.

6. Makan Perlahan

Selain makan secukupnya, cara diet saat puasa yang harus Anda terapkan adalah dengan makan secara perlahan. Lebih baik lagi untuk terlebih dahulu menyantap makanan-makanan ringan. Setelah selessai melaksanakan solat Tarawih, baru dilanjutkan dengan menyantap hidangan utama.

7. Olahraga

Meskipun tengah berpuasa, bukan berarti aktivitas olahraga harus berhenti, ya. Faktanya, salah satu cara diet saat puasa adalah dengan tetap rutin melakukan olahraga.
Untuk menghasilkan energi, yang dilakukan oleh tubuh biasanya membakar gula (glukosa) yang ada di dalam tubuh. Namun ketika berpuasa, yang notabene tubuh akan kekurangan glukosa, tubuh lantas mencari alternatif sumber energi lainnya, kali ini dari tumpukan lemak berlebiih.
Nah, aktivitas membakar lemak berlebih untuk menghasilkan energi tersebutlah yang menjadi alasan mengapa olahraga saat puasa masuk ke dalam daftar tips diet saat puasa kali ini.

8. Istirahat yang Cukup

Diet saat puasa akan semakin efektif jika Anda menerapkan istirahat tidur yang cukup. Hal ini didasari fakta bahwa istirahat atau tidur yang kurang selama bulan Ramadan dapat merusak metabolisme tubuh.
Akibatnya, tubuh tidak dapat melakukan pembakaran lemak dengan baik. Tak hanya itu, kurang tidur saat bulan puasa disebut-sebut hanya akan meningkatkan hormon ghrelin, yang mana hormon tersebut dapat membuat nafsu makan bertambah.
Jika sudah begitu, maka jangan heran saat waktu berbuka tiba, yang ingin Anda lakukan hanyalah menyantap sebanyak mungkin hidangan berbuka yang tersedia. Diet pun gagal. Oleh karena itu, jangan lupakan tips diet saat puasa yang satu ini, ya.

 

Apa saja manfaat sinar matahari bagi kesehatan tubuh kita?

1. Meningkatkan produksi vitamin D

Paparan sinar matahari dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang merupakan nutrisi penting bagi kesehatan tulang dan otak. Vitamin D tidak banyak ditemukan dalam makanan, sehingga kita perlu mendapatkannya dari paparan sinar matahari.
Vitamin D dapat disintesis di kulit melalui paparan radiasi UVB. Tanpa vitamin D yang cukup, tulang tidak akan terbentuk dengan baik. Tingkat vitamin D yang rendah pada tubuh juga akan memperburuk osteoporosis pada pria dan wanita, sehingga dapat menyebabkan penyakit tulang osteomalacia yang menyakitkan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Anda hanya perlu terpapar sinar matahari setidaknya 5 sampai 15 menit di lengan, tangan, dan wajah dalam waktu dua sampai tiga kali seminggu untuk mendapatkan vitamin D yang cukup tanpa menggunakan tabir surya, terutama bagi Anda yang memiliki kulit putih pucat. Penggunaan tabir surya ternyata dapat mencegah kemampuan tubuh untuk memproduksi vitamin D saat terpapar sinar matahari.
Pada akhirnya, tingkat vitamin D yang cukup dapat membantu tubuh menyerap kalsium, yang merupakan nutrisi penting untuk kesehatan tulang, mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular, arthritis, multiple sclerosis (MS), kanker pankreas, dan kanker payudara.

2. Memperbaiki suasana hati

Terlalu banyak terpapar sinar matahari memang berbahaya untuk kulit Anda, namun, jika Anda mendapatkannya secara cukup, sinar matahari justru dapat memperbaiki atau meningkatkan suasana hati Anda. Menurut Mayo Clinic, penurunan paparan sinar matahari telah dikaitkan dengan penurunan serotonin yang dapat menyebabkan Seasonal Affective Disorder (SAD), yang merupakan bentuk depresi yang dipicu oleh perubahan musim.
Paparan sinar matahari yang cukup justru dapat membantu tubuh memproduksi hormon serotonin, yang berperan dalam meningkatkan perasaan bahagia, tenang, dan fokus. Menurut Journal of Psychiatry, paparan sinar matahari juga dapat bermanfaat bagi orang yang menderita depresi, gangguan dysphoric pramenstruasi, dan pada wanita hamil dengan depresi.

3. Memperbaiki kualitas tidur

Paparan sinar matahari di siang hari dan kegelapan di malam hari dapat membantu Anda mempertahankan ritme sirkadian yang sehat, sehingga Anda akan tetap terjaga di siang hari dan merasa lelah menjelang tidur. Sehingga, tidak heran jika Anda dianjurkan untuk membuka tirai ketika bangun di pagi hari dan menggunakan hanya lampu tidur saat malam hari.

4. Menyembuhkan gangguan kulit terterntu

Menurut WHO, paparan sinar matahari dapat mengobati beberapa kondisi kulit, seperti psoriasis, eksim, ikterus, dan jerawat. Namun, Anda perlu berkonsultasi kepada dokter untuk memastikannya. Karena, tidak semua orang dapat menggunakan matahari untuk mengobati gangguan kondisi kulit yang dialami.

 

FAKTA FAKTA TENTANG JERAWAT

1. Jerawat Tumbuh Akibat Minyak Berlebih

Kebiasaan buruk malas mencuci wajah sehingga membuat wajah menjadi kotor bahkan memproduksi minyak yang terlalu berlebih. Produksi minyak terlalu berlebih inilah yang nantinya akan tersumbat dan menjadi jerawat. Terlebih lagi kika minyak tersebut jarang dibersihkan. Selain itu, sel kulit mati juga menyebabkan pori-pori tersumbat dan membuat bakteri berkembang yang bisa menimbulkan iritasi.

2. Benda yang Menyentuh Wajah juga Mengakibatkan Timbulnya Jerawat

Tidak hanya kebiasaan malas membersihkan wajah dan terlelu sering mengonsumsi makanan berlemak tinggi saja, jerawat tumbuh juga diakibatkan oleh benda-benda sekitar yang sering bersentuhan dengan kulit, misalnya ponsel, sarung banal, kacamata, dan rambut. Sebab, pada beberapa benda tersebut banyak tersimpan bakteri, kotoran, dan minyak yang bisa menyebabkan jerawat.

3. Paparan Sinar Matahari Ternyata bisa Mencegah Jerawat

Mungkin selama ini yang Anda tahu bahwa paparan sinar matahari langsung tidak baik untuk kesehatan kulit karena bisa menyebabkan penyakit kulit karena sinar ultravioletnya. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata paparan sinar matahari ternyata bisa mencegah jerawat? Sebuah studi menemukan fakta bahwa berjemur di bawah matahari selama 10 hingga 20 menit bisa mencegah timbulnya jerawat. Namun, perlu diperhatikan bahwa ketika berjemur jangan terlalu lama agar kulit Anda tidak semakin memburuk dan menggelap.

4. Jerawat tidak Mengenal Usia

Bukan hanya orang dewasa saja yang bisa mengalami masalah jerawat pada kulit, melainkan remaja juga. Bahkan, usia remaja lebih rentan berjerawat karena hormon penyebab jerawat sedang meningkat. Oleh sebab itu, selalu jaga kebersihan kulit agar terhindar dari risiko tumbuhnya jerawat.

5. Jerawat Juga bisa Tumbuh di Bagian Tubuh yang Lain

Mungkin Anda berpikir bahwa jerawat hanya tumbuh pada kulit wajah saja. Padahal anggapan tersebut tidak benar, sebab jerawat juga bisa tumbuh pada area tubuh lainnya seperti punggung, telinga, dada, tangan , kaki, bahkan bagian tubuh lainnya. Hal ini terjadi karena hormon dan bakteri penyebab jerawat bisa menyebar ke bagian tubuh manapun.

 

YANG TERJADI PADA TUBUH SAAT SEDANG SEDIH YUK DISIMAK

 

Pernahkah Anda mengalami putus cinta, penolakan dalam lingkungan sosial, atau bahkan kehilangan seseorang yang sangat Anda sayangi? Saat mengalami peristiwa tersebut, tentu Anda akan merasa sedih, terluka, atau bahkan patah hati. Patah hati merupakan suatu hal yang bersifat emosional. Namun, mengapa saat Anda patah hati, Anda juga merasa sakit secara fisik? Bukankah fisik dan psikis berbeda?
Ketika mengalami penolakan atau mengalami perpisahan dengan orang yang berarti, setiap orang akan mengalami rasa sakit atau luka yang bersifat psikologis. Saat mengalami perpisahan, ada berbagai reaksi yang bisa muncul. Mulai dari rasa tidak percaya, sedih, menangis, hingga perasaan marah dan kesepian.
Selain merasakan kesedihan, patah hati dan perpisahan juga dapat menimbulkan beberapa keluhan fisik. Misalnya perasaan sesak pada dada, sakit perut, rasa kering pada bibir, dan lemas seperti tidak bertenaga.

Apa yang terjadi pada otak saat kita patah hati?

Perasaan sedih dan kehilangan dapat mengaktifkan beberapa bagian pada otak manusia. Ketika Anda merasa sedih dan patah hati, maka aktivitas pada bagian otak kita yang disebut dengan anterior cingulate cortex – disingkat ACC – akan meningkat. Perasaan tersingkir dari lingkungan sosial, kepercayaan diri yang rendah, dan penolakan juga akan memicu aktivitas ACC, terutama pada bagian belakang ACC.
ACC terletak pada dinding bagian tengah otak dan merupakan suatu bagian yang sangat unik. Hal ini disebabkan karena ACC memiliki fungsi emosional (kemampuan mengelola perasaan) sekaligus fungsi kognitif (kemampuan berpikir).
Dalam tubuh manusia, ada banyak reseptor alias penerima rangsangan. Reseptor-reseptor ini berfungsi untuk menyalurkan sinyal-sinyal yang muncul akibat rangsangan atau perubahan yang terjadi pada tubuh. Salah satu jenis reseptor yang rupanya banyak terdapat pada ACC adalah reseptor opioid. Reseptor ini akan berperan ketika Anda merasa senang atau sedih.
Saat senang, akan terjadi peningkatan kerja pada reseptor opioid. Sedangkan saat Anda sedih akan terjadi penurunan reseptor endogen opioid, terutama reseptor μ-opioid (dibaca: mu-opioid). Penurunan reseptor opioid tersebut juga akan menyebabkan terjadinya penurunan pada sistem reward dalam diri, yang membuat Anda merasa tidak nyaman.
Selanjutnya, rasa sakit yang diterima oleh reseptor opioid itu akan diproses dan diubah menjadi aktivitas sistem saraf sehingga akan memunculkan perasaan tidak nyaman dan nyeri pada tubuh secara fisik, bukan lagi pada perasaan saja. Inilah mengapa Anda bisa mengalami sakit perut atau dada sesak ketika patah hati.

 

FAKTA TENTANG GULA MERAH

Asal usul dan manfaat gula jawa

Gula jawa adalah gula yang dibuat dari pohon palma. Gula jawa berwarna kekuningan atau kecokelatan dengan rasa manis nira kelapa. Disebut gula jawa karena banyak dibuat oleh para pengrajin yang kebanyakan dari pulau Jawa, dan dibentuk menjadi setengah lingkaran, batok,  atau tabung, seperti yang sudah biasa Anda lihat.
Gula jawa merupakan salah satu jenis dari gula merah. Gula ini terbuat dari jenis pohon kelapa palma (dalam bahasa Inggris disebut palm sugar) yang disadap getahnya dari kuncup bunga pohon kelapa tersebut. Setelah getah didapat, cairan tersebut dimasak hingga mengental lalu dicetak ke dalam batok kelapa atau cetakan kecil bentuk bulat
Gula jawa dikenal sebagai gula alami karena pengolahannya yang masih dibuat secara tradisional (khususnya di Indonesia) tanpa campuran bahan kimia di dalamnya.

Gizi yang terkandung dalam gula jawa

Gula jawa tak bisa jadi sumber gizi yang utama bagi tubuh. Tetapi, dibandingkan pemanis lainnya, gula jawa tidak kalah sehat dan bermanfaat daripada pemanis lain, contohnya dibandingkan dengan gula pasir. Manfaat gula jawa di dapat dari kandungan vitamin C, kalium, fosfor, magnesium, kalsium, dan zat besi di dalamnya. Manfaat gula jawa lainnya adalah kandungan sejumlah zat fitonutrien, seperti polifenol, flavonoid dan antosianin, serta antioksidan. Zat-zat fitonutrien tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih berenergi, serta bisa menangkal sel kanker.

Lebih baik mana dengan gula pasir biasa?

Setiap pemanis yang diserap tubuh pastinya memiliki indeks glikemik. Indeks glikemik adalah skala untuk mengukur seberapa cepat karbohidrat yang dikonsumsi meningkatkan glukosa dalam darah Anda. Makanan yang indeks glikemiknya tinggi akan berdampak lebih besar pada meningkatnya gula darah Anda.
Rentang skala yang digunakan untuk mengukur indeks glikemik adalah 1-100. Indeks yang berada di bawah 55 dianggap tidak begitu memengaruhi gula darah tubuh, namun jika lebih tinggi kemungkinan lebih tidak sehat.
Mengenai indeks glikemik gula jawa, seperti dilansir dari Philippine Food and Nutrition Research Institute menemukan, gula kelapa merah atau gula jawa memiliki indeks glikemik rendah sebesar 35. Penelitian ini dilakukan pada 10 orang responden. Hampir dua kali berbeda dengan nilai indeks glikemik gula pasir yaitu 64, yang berarti mendekati indeks glikemik tinggi (>70).
Selain nilai indeks glikemik yang rendah, gula merah kelapa juga mengandung sejumlah zat gizi yang tidak terdapat atau sangat sedikit terdapat dalam gula pasir. Gula merah kelapa juga mengandung sejumlah asam amino dan vitamin. Jadi, lebih aman dan bermanfaat gula jawa dibandingkan gula pasir.

 

5 FAKTA TENTANG TUBUH ANDA JIKA MENGALAMI STRESS

1. Susah fokus

Stres bisa dibilang sebagai cara tubuh untuk menanggapi adanya pikiran negatif, ancaman, maupun tekanan fisik dan psikologis. Tubuh yang sedang dilanda stres biasanya akan melakukan “pertahanan diri” sebagai bentuk perlindungan dari stres tersebut.
Itulah mengapa kalau Anda perhatikan, stres biasanya akan membuat Anda jadi susah fokus melakukan apa pun. Bahkan yang ada, pikiran Anda jadi gampang terganggu oleh lingkungan sekitar.
bahwa stres akan membuat otak cenderung berpikir mengenai bagaimana caranya untuk keluar dari masalah ini. Akibatnya, respon rasa takut dan pengaruh stres ini mengambil alih semua energi otak guna melindungi diri.

2. Susah mengendalikan emosi

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences, menunjukkan bahwa tingkat stres yang ringan sekali pun bisa membuat emosi sulit dikendalikan.
Ya, hal tersebut memang benar adanya. Tampaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa ketika Anda sedang stres, biasanya mudah sekali terbawa emosi sehingga sulit berpikir dengan jernih. Jangankan permasalahan yang besar, hal-hal kecil yang terlihat sepele saja bisa dengan mudah membuat Anda tersulut dan marah.

3. Susah melihat kebaikan orang lain

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, stres adalah bentuk pertahanan diri dari situasi yang dianggap berbahaya oleh tubuh. Itu sebabnya, stres umumnya membuat Anda cenderung lebih memerhatikan hal-hal negatif dan justru mengabaikan hal positif.
Analoginya begini, Anda mungkin pernah merasakan betapa kesalnya Anda ketika berpapasan dengan pengendara motor di jalan yang tidak mau mengalah. Rasanya seperti ingin meluapkan seluruh emosi yang sekarang sedang Anda rasakan pada pengendara motor tersebut.
Namun di situasi lain, karena stres Anda telah memuncak, seorang satpam yang berusaha berbaik hati dengan melempar senyum dan sapaan selamat pagi saja tidak Anda gubris. Bahkan mungkin Anda marahi.
Memang, pengaruh stres kadang membuat seseorang terlalu fokus dalam menilai kesalahan orang lain dan jadi sulit mengambil hikmah yang sebenarnya tampak nyata di lingkungan sekitar.

4. Susah melindungi tubuh dari serangan penyakit

Stres terkadang membuat Anda jadi mudah lelah dan jatuh sakit. Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Belum bisa bangkit stres yang mengganggu produktivitas harian, tapi tubuh malah sakit dan sulit diajak kompromi.
Ini karena pengaruh stres yang tanpa sadar membuat daya tahan tubuh menurun yang seharusnya melawan sel-sel asing penyebab penyakit.
elat makan, serta merokok, merupakan beberapa hal yang biasanya semakin menjadi-jadi dilakukan ketika Anda sedang stres. Kesemua hal tersebut turun andil sebagai penyebab Anda jatuh sakit.

5. Susah tidur nyenyak

Normalnya, produksi hormon kortisol oleh tubuh meningkat di pagi hari dan menurun secara bertahap sampai malam hari. Penurunan hormon kortisol di malam hari akan membuat Anda mengantuk sehingga tidur dengan nyenyak.
Sebaliknya, stress justru dapat memicu peningkatan produksi hormon kortisol sekaligus membuat otak bekerja aktif melawan penyebab stres (stressor). Akhirnya, bukannya langsung tidur dengan pulas, Anda malah terjaga semalaman dan terus terbayang-bayang dengan masalah yang sedang Anda alami.
Tentunya, tidur tidak nyenyak di malam hari akan membuat Anda kurang tidur keesokan paginya. Secara tidak langsung, jadwal tidur pun jadi berantakan. Siklus ini terus berlanjut sampai Anda bisa mengelola stres tersebut dengan baik.

 

FAKTA TENTANG LUMPUR HIDUP

 
Dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar
 
Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur. Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia. Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yg indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup. Namun, sebagian besar orang kerap tdk pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar.

 
Akan larut jika permukan Quicksand terganggu
 
Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yg melukiskan pemandangan pasir hidup yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru. Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket. Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yg pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat. Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yg jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.
 
Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil
 
Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hidup umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hidup tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga. Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut. Setelah dikalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yg terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang. Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hidup “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu. Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hidup tersebut untuk sementara waktu.
 
Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap
 
Sebenarnya sebagian besar pasir hidup tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yg sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.
 
Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hidup dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hidup hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yg terperangkap.
 
Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hidup, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.
 
Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hidup tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur. Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yg disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hidup.
 
Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hidup, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.
 
Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap. Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.
 
Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar. Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya. Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,
 
Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.
 
Sabar dan tenang
 
paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,”. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.
 
Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn. Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,
 
Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.

 

CACING YANG KAYA GIZI YANG HANYA MUNCUL 1 TAHUN SEKALI.. YUK DISIMAK ITU APA…

 
Alkisah dahulu kala di Kerajaan Tonjang Beru, hidup seorang putri berparas elok menawan. Kecantikannnya mencuri perhatian sejumlah pangeran dari sejumlah kerajaan. Satu per satu sang pangeran melayangkan lamaran. Tak satu pun dari lamaran itu yang diiyakan. Sejumlah pangeran dapat menerima penolakan sang putri dengan hati lapang, kecuali kedua pangeran dari Kerajaan Johor dan Kerajaan Lipur yang menerima penolakan dengan hati meradang.
Ancaman perang pun dilayangkan demi memaksa sang putri agar menerima lamaran pangeran. Tak ingin rakyatnya menjadi korban, sang putri pun memilih mengorbankan dirinya. Pada hari yang telah ditentukan, sang putri mengundang kedua pangeran untuk datang menemuinya di tepi pantai. Bukan untuk memilih salah satu diantara mereka. Dihadapan sekian rakyatnya, sang putri justru memilih melompat dari tebing, menghilang dalam gelombang, melebur dengan lautan.
Tak lama berselang setelah sang putri menghilang, dari segala penjuru pantai, muncul ribuan cacing yang dipercaya rakyatnya sebagai jelmaan Putri Mandalika. Cacing ini kemudian dikenal dengan nama ‘Nyale’ yang muncul secara rutin setiap tahun. Kemunculannya kini menjadi agenda pariwisata tahunan Kabupaten Lombok Tengah bertajuk ‘Festival Bau Nyale’.
Festival Bau Nyale berlangsung antara bulan Februari dan Maret setiap tahunnya, atau setiap tanggal dua puluh bulan sepuluh menurut penanggalan Sasak. Bau Nyale yang dalam Bahasa Sasak berarti ‘menangkap Nyale’ merupakan inti dari festival ini, yakni mengumpulkan Nyale sebanyak mungkin. Nyale yang didapat kemudian sebagian akan ditaburkan di sawah karena dipercaya dapat menyuburkan tanah hingga membuat hasil panen berlimpah. Sebagian lagi akan diolah menjadi lauk-pauk, penyedap masakan, antibiotik, bahkan obat kuat karena ternyata Nyale memiliki kandungan gizi yang tinggi.
Nyale memiliki kandungan protein yang jauh lebih tinggi dari telur ayam ras dan susu sapi. Sebagai perbandingan, Nyale memiliki kandungan protein sebanyak 43.84% sedangkan telur ayam ras dan susu sapi masing-masing hanya sebesar 12.2% dan 3.50%. Kadar fosfor dalam Nyale (1.17%) juga cukup tinggi bila dibandingkan dengan telur ayam ras (0.02%) dan susu sapi (0.10%). Nyale bahkan memiliki kandungan kalsium (1.06%) yang ternyata masih lebih tinggi dari kandungan kalsium susu sapi yang hanya 0.12%.
Masyarakat Lombok umumnya mengolah Nyale menjadi pepes yang dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar. Ada juga yang mengolah Nyale menjadi emping atau dikeringkan untuk digunakan sebagai penyedap masakan.
Tak hanya di Lombok, Nyale yang tergolong kelas polychaeta ini ternyata juga muncul di berbagai belahan lain di dunia, diantaranya di Kepulauan Samoa, Teluk Mexico, beberapa pantai di Jepang dan Prancis, serta di Kepulauan Bermuda. Nyale merupakan jenis cacing yang hidup di dasar laut, dimana siklus reproduksinya dipengaruhi oleh benda-benda angkasa. Kemunculan Nyale di pesisir pantai, yang hanya terjadi sekali dalam satu tahun, tak lain dikarenakan cacing ini sedang melangsungkan aktivitas pemijahannya secara massal.
Di Indonesia, pada saat yang bersamaan, Nyale juga menepi di Pantai Wanokaka, Sumba Barat. Kemunculan Nyale di Sumba Barat turut dijadikan ritual adat yang menjadi bagian dari rangkaian festival tahunan Pasola, permainan adu ketangkasan saling melempar lembing dari atas kuda yang dipacu kencang. Meskipun dengan latar belakang legenda yang berbeda, masyarakat Sumba penganut kepercayaan Marapu memaknai kehadiran Nyale dengan cara yang serupa dengan masyarakat Sasak, Lombok. Mereka yang berhasil mengumpulkan Nyale dalam jumlah yang banyak, dipercaya akan mendapat rezeki yang berlimpah di tahun yang sama.
Nyale yang terkumpul kemudian akan diolah menjadi masakan khas Sumba berupa sambal yang dikenal dengan nama Bokosawu Nyale, olahan praktis cacing Nyale mentah yang hanya dicampur dengan daun kemangi dan perasan jeruk purut. Selain sebagai sambal, Nyale juga biasa diolah menjadi sayur atau disangrai dengan campuran kelapa parut, bawang merah, bawang putih, jahe, daun kemangi dan cabai lombok. Nyale yang diolah dengan cara digoreng tanpa minyak ini dikenal dengan nama Nyale