1. Mampu melawan kanker
2. Membantu mengatasi masalah gusi
3. Mengandung protein tinggi
4. Menjaga kesehatan jantung dan hati
5. Mengandung zat antibakteri
6. Mencegah keriput pada kulit
1. Sekitar 20% anak-anak dan remaja di dunia mengalami gangguan atau masalah kejiwaan.
Sekitar setengah dari kasus gangguan kejiwaan dimulai sebelum usia 14 tahun. Jenis gangguan serupa dilaporkan terjadi di seluruh belahan dunia. Gangguan neuropsikiatri adalah salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia pada orang muda. Namun, kelompok umur di bawah usia 19 tahun memiliki tingkat kesehatan mental rata-rata yang paling buruk di bandingkan kelompok umur yang lain.
Salah satu contoh gangguan neuropsikiatri yang memang menjadikan usia anak-anak sebagai faktor risiko tertinggi adalah Tourette Syndrome. Tourette Syndrome adalah gangguan neuropsikiatrik yang ditandai dengan adanya gerakan abnormal yang disebut tik.
2. Gangguan kejiwaan dan penyalahgunaan narkoba merupakan penyebab utama kecacatan fisik di seluruh dunia.
Sekitar 23% dari kasus terjadinya kecacatan fisik disebabkan oleh gangguan mental dan penggunaan zat.
3. Sekitar 800.000 orang melakukan bunuh diri setiap tahun.
Lebih dari 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Bunuh diri bahkan menjadi penyebab utama kematian kedua pada anak usia 15-29 tahun. Menakutkannya lagi, penelitian menunjukkan bahwa untuk setiap orang dewasa yang berhasil bunuh diri, ada kemungkinan lebih dari 20 orang lainnya yang melakukan percobaan bunuh diri.
Sekitar 75% kasus bunuh diri terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Gangguan kejiwaan dan konsumsi alkohol berkontribusi pada banyak kasus bunuh diri di seluruh dunia. Identifikasi dini dan manajemen yang efektif adalah kunci untuk memastikan bahwa orang-orang yang memiliki gangguan kejiwaan dan memiliki tendensi bunuh diri dapat menerima perawatan yang mereka butuhkan.
4. Perang dan bencana berdampak besar pada kesehatan mental.
Tingkat gangguan jiwa cenderung meningkat dua kali setelah keadaan darurat perang dan bencana, hal ini terjadi karena banyak faktor. Mereka yang ‘selamat’ mungkin mengalami kehilangan banyak harta benda dan bahkan anggota keluarga yang disayangi.
5. Gangguan mental adalah faktor risiko penting untuk penyakit lain, serta cedera yang tidak disengaja maupun disengaja.
Gangguan mental meningkatkan risiko terserang penyakit lain seperti HIV, penyakit kardiovaskular, diabetes, serta cedera akibat perilaku yang membahayakan diri baik disengaja maupun tidak.
6. Stigma dan diskriminasi terhadap pasien dan keluarga menyebabkan mereka takut untuk mencari pertolongan perawatan kesehatan mental.
Kesalahpahaman dan stigma seputar kesehatan mental meluas di masyarakat dunia. Meskipun perawatan untuk gangguan mental sudah ada ilmu dan profesionalnya, masih saja ada kepercayaan bahwa mereka para pasien gangguan jiwa ini tidak dapat diobati,. Stigma ini dapat menyebabkan penolakan, isolasi dan penghindaran perawatan atau dukungan kesehatan mental. Namun memang fakta di lapangan, dalam sistem perawatan kesehatan jiwa, pasien sering dirawat di institusi atau rumah sakit yang lebih menyerupai ‘gudang manusia’ daripada tempat penyembuhan.
7. Pelanggaran hak asasi manusia pada para penderita gangguan jiwa dilaporkan secara rutin terjadi di banyak negara.
Hal ini termasuklah berupa pengekangan fisik, pengasingan serta penolakan kebutuhan dasar dan privasi. Sebenarnya hampir semua Negara memiliki kerangka hukum yang cukup untuk melindungi hak-hak orang-orang dengan gangguan mental, namun pelaksanaannya tidak demikian.
8. Secara global, ada ketimpangan yang besar antara jumlah professional kesehatan jiwa dengan pasien gangguan jiwa.
Kekurangan psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa), perawat khusus kejiwaan, psikolog dan pekerja sosial merupakan salah satu hambatan utama dalam memberikan perawatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Sebagian besar negara berpenghasilan rendah dan menengah hanya memiliki satu psikiater untuk setiap 1 sampai 4 juta orang.
Negara berpenghasilan rendah memiliki rasio 0,05 psikiater dan 0,42 perawat per 100.000 pasien jiwa. Sementara rasio psikiater di negara berpenghasilan tinggi adalah 170 kali lebih besar dan untuk perawat 70 kali lebih besar dibanding Negara berpenghasilan rendah.
9. Sumber keuangan untuk meningkatkan layanan kesehatan jiwa relatif rendah.
Pemerintah, para donatur dan kelompok yang mendukung peningkatan layanan kesehatan mental serta para keluarga pasien perlu bekerja sama untuk meningkatkan layanan kesehatan mental, terutama di negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah.
Ada fakta menarik apa lagi yang bisa Anda dapat dari hewan yang memakan bahan busuk ini?
1. Beberapa jenis belatung yang sudah didisinfeksi digunakan dalam ilmu kedokteran untuk mencegah bagian tubuh yang terluka diamputasi karena infeksi. Larva ini bisa memakan daging-daging yang busuk dan membersihkan jaringan sehingga luka bisa sembuh dan bersih dari infeksi.
2. Praktek penggunaan belatung sebagai obat antara lain dilakukan oleh kedokteran di Amerika Serikat. Penggunaannya sudah disetujui dan diawasi oleh Food And Drug Administration sebagai pengobatan yang hanya dilakukan oleh dokter ahli dan pengawasan ketat.3. Sejarah penggunaan belatung sebagai salah satu media pengobatan luka sudah digunakan setidaknya sejak ratusan tahun yang lalu. Di mana prakteknya sering dilakukan oleh para prajurit militer yang terluka dan terbatas dalam mendapatkan bantuan medis.
4. Belatung digunakan sebagai sarana untuk membersihkan luka yang efekif karena larva-larva ini bisa membersihkan luka dari bagian yang membusuk lebih cepat dibandingkan dengan antibiotic. Selain Amerika Serikat, negara-negara di Afrika juga banyak yang menggunakan organisme ini.
5. Kenapa lalat suka berkumpul di tempat sampah, berkumpul di bahan makanan sisa dan tempat kotor lainnya? Karena biasanya di tempat-tempat tersebut sudah tersedia makanan yang siap untuk disantap para belatung yaitu makanan yang sudah membusuk.
6. Kendati bisa bermanfaat untuk kehidupan manusia, belatung bisa berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh manusia dan juga hewan perliharaan atau peternakan. Larva ini bisa menggerogoti bagian dalam tubuh Anda dan hewan peliharaan dan menyebabkan myiasis.
7. Belatung tumbuh sangat cepat. Hanya butuh waktu satu hari bagi larva ini untuk keluar dari telur-telur mereka. Hanya dalam waktu 5 hari saja ukurannya sudah menjadi 5 kali lipat dari ukuran semula. Selama seminggu jumlah makanan yang dihabiskan kira-kira setara dengan 60% berat badan manusia.
8. Setelah tumbuh hingga ukuran maksimalnya, belatung akan meninggalkan tempat kelahirannya dan mencari tempat lain, umumnya tanah, di mana larva ini akan berubah menjadi pupa selama 2 minggu. Setelah jadi lalat dewasa mereka akan langsung kawin dan menghasilkan telur –telur.
9. Belatung juga dimanfaatkan untuk membantu fermentasi jenis-jenis keju tertentu, salah satunya adalah Casu Marzu yang merupakan keju khas Pulau Sardinia di Italia. Dibuat secara tradisional dari susu kambing, keju ini dikenal karena mengandung larva hidup di dalamnya.
10. Tapi karena terlalu berbahaya, Casu Marzu kini sangat sulit dicari karena keju yang mengandung ribuan belatung hidup ini illegal untuk dijual di pasaran. Anda mungkin hanya akan menemukannya di pasar gelap dengan harga yang cukup mahal terutama dengan kualitas yang tinggi.
11. Jika di sekitar Anda terdapat banyak belatung yang bisa membahayakan, coba hilangkan dengan obat serangga yang mengandung permethrin. Hanya menyiramnya saja dengan air tidak akan cukup untuk membunuh larva-larva ini karena masih bisa bertahan hidup bahkan ketika direndam sekalipun.
12. Jika Anda melihat ada makanan yang sudah dihinggapi lalat sebaiknya makanan tersebut jangan dimakan. Lalat hinggap di makanan untuk bertelur, telur-telur tersebut akan menjadi belatung jika masuk ke dalam tubuh Anda maupun hewan peliharaan yang akan memakan jaringan di dalam tubuh.
13. Belatung akan lebih cepat berkembang menjadi lalat dan kembali menelurkan larva apabila suhu lingkungan cukup hangat dan kelembaban yang tinggi. Makanya jika Anda tinggal di lingkungan seperti ini tutup semua makanan dan bersihkan tempat sampah secara rutin.
Jadi dengan fakta tersebut, tunangan panjang justru berbahaya. Jika belum benar-benar siap untuk berumah tangga, jangan memaksakan diri. Jika sudah merasa siap, tanyakan pada diri Kamu sendiri.
Apakah sudah siap hidup bersama, menanggung beban hidup dan lain-lain bersama?
Apakah sudah siap menutup diri dari Orang ketiga yang berusaha masuk pada kehidupan pribadi?
Apakah sudah siap untuk tidak punya pikiran mendapatkan yang lebih baik?
Apakah sudah siap menghadapi masalah secara dewasa?
Apakah sudah siap menjalani kewajiban masing-masing?
Apakah sudah siap mencapai suatu tujuan bersama?
Apakah sudah siap tetap bersama saat berada dalam kondisi terburuk?
Dan tentunya masih banyak hal yang perlu dipelajari. Jangan katakan siap jika dari pertanyaan itu saja belum bisa menjawab dengan bukti nyata atau hanya sekedar kata-kata.